Selasa, 14 Mei 2013



SATUAN ACARA PENYULUHAN ( S.A.P )
BERAT BADAN LAHIR RENDAH

DOSEN PENGAMPU : DEWI ELIANA, S.KM

DISUSUN OLEH :
LINA FATHMA
(121150)



AKADEMI KEBIDANAN ABDI HUSADA
SEMARANG
TAHUN AKADEMIK 2012/2013
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik                           : Bayi Berat Badan Lahir Rendah
Hari/Tanggal               :
Waktu                         : 08.00 – Selesai
Sasaran                        : Rumah Sakit Ibu danAanak
Penyuluhan                 : Mahasiswa

       I.            TIU (Tujuan Instruksional Umum)
Setelah kegiatan penyuluhan, sasaran diharapkan dapat memahami pengertian, manifestasi klinis, tanda - tanda, diagnosis, klarifikasi, faktor – faktor, penanganan Bayi BBLR serta mampu memahami tentang kondisi bayi BBLR.
    II.            TIK (Tujuan Instruksional Khusus)
Setelah diberikan penyuluhan tentang bayi berat badan lahir rendah sasaran diharapkan mampu :
*      Menjelaskan kembali pengertian bayi BBLR tanpa melihan lieflet
*      Menjelaskan kembali tentang penyebab bayi BBLR
*      Mengetahui tanda – tanda dan faktor bayi BBLR

 III.            MATERI
*      Pengertian bayi BBLR
*      Manifestasi klinis bayi BBLR
*      Tanda – tanda bayi BBLR
*      Diagnosis bayi BBLR
*      Klasifikasi bayi BBLR
*      Faktor – faktor bayi BBLR

 IV.            PROSES PENYULUHAN


NO
TAHAP KEGIATAN
WAKTU
KEGIATAN
PENYULUHAN
PESERTA
1
Pembukaan
5 Menit
1.      Mengucapkan salam.
2.      Memperke
*      Menyampaikan salam dan perkenalan.
*      Membuat kontrak waktu dan topik.
*      Menjelaskan TIU dan TIK
4.      Menjelaskan tujuan.
1.      Menjawab salam.
2.      Memperhatikan
3.   Memperhatikan dan mendengarkan.
4.      Memperhatikan.
2
Pengembangan
15 Menit
Menjelaskan materi tentang bayi BBLR
Memperhatikan dan mendengarkan
3
Penutupan.
40 Menit
* Memberi peluang pertanyaan.
* Menjawab pertanyaan.
* Evaluasi atau menyimpulkan materi yang telah disampaikan.
* Menanyakan kembali materi yang telah disampaikan.
* Salam penutup.
*      Mengajukan pertanyaan.
*      Mendengarkan jawaban.
*      Menjawab pertanyaan.
*      Menjawab salam.

    V.            PESERETA
Jumlah       : 74 Orang.

 VI.            METODE
*      Ceramah
*      Tanya jawab
*      Demonstrasi

VII.            MEDIA
*      Leaflet
*      Audio – Visual
*      Alat peraga
VIII.            EVALUASI
A.    Kongnitif
Sasaran diharapkan mampu mengulas kembali materi yang sudah disampaikan tentang :
*      Pengertian bayi BBLR
*      Manifestasi Klinis bayi BBLR
*      Tanda - tanda bayi BBLR
*      Diagnosis bayi BBLR
*      Klasifikasi bayi BBLR
*      Faktor – faktor yang mempengaruhi terjadinya bayi BBLR
B.     AFEKTIF
*      Sasaran dapat mengerti tentang arti dan tanda – tanda dan faktor – faktor yang mempengaruhi terjadinya bayi BBLR
*      Sasaran dapat mengerti tentang bayi BBLR
C.    PSIKOMOTOR
Sasaran mengetahui bayi dengan berat badan lahir rendah




BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH


A.    PENGERTIAN
Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa gestasi (Sarwono, Prawironardjo, 2006).
Berat lahir adalah berat bayi yang ditimbang dalam 1 (satu) jam setelah lahir. Bayi yang berada dibawah persentil 10 dinamakan ringan untuk umur kehamilan.
Sejak tahun 1961 WHO telah mengganti istilah premature dengan bayi berat lahir rendah (BBLR). Hal ini dilakukan karena tidak semua bayi yang berat kurang dari 2.500 gram pada waktu lahir bayi premature (Mochtar, Rustam, 1998). Dan pada tahun 1970, kongres european perinatal medicine II yang diadakan di london juga diusulkan definisi untuk mendapatkan keseragaman tentang maturitas bayi lahir, yaitu sebagai berikut:
*      Bayi kurang bulan adalah, bayi dengan masa kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari)
*      Bayi cukup bulan adalah, bayi dengan masa kehamilan mulai 37 minggu sampai 42 minggu (259-293)
*      Bayi lebih bulan adalah, bayi dengan masa kehamilan mulai 42 minggu atau lebih (294 hari atau lebih)

B.     MANIFESTASI KLINIS BBLR
Secara umum, gambaran klinis dari bayi BBLR adalah sebagai berikut:
*      Berat kurang dari 2500 gram
*      Panjang kurang dari 45 cm
*      Lingkar dada kurang dari 30 cm
*      Lingkar kepala kurang dari 33 cm
*      Umur kehamilan kurang dari 37 minggu
*      Kepala lebih besar
*      Kulit tipis, transparan, rambut lagugo banyak, lemak kurang
*      Otot hipotonik lemah
*      Pernapasan tak teratur dapat terjadi apnea
*      Ekstremitas : paha abduksi, sendi lutut / kaki fleksi – lurus
*      Kepala tidak mampu tegak
*      Pernapasan 40 – 50 kali / menit
*      Nadi 100 – 140 kali / menit
BBLR menunjukkan belum sempurnanya fungsi organ tubuh dengan keadaannya lemah, yaitu sebagai berikut ;
a)      Tanda- tanda bayi kurang bulan (KB) :
*      Kulit tipis dan mengkilap
*      Tulang rawan telinga sangat lunak, karena belum terbentuk dengan sempurna
*      Lanugo masih banyak ditemukan terutama pada punggung
*      Jaringan payudara belum terlihat, puting masih berupa titik
*      Pada bayi perempuan labia mayora belum menutupi labia minora
*      Pada bayi laki – laki, skrotum belum banyak lipatan, testis kadang belum turun
*      Rajah telapak tangan kurang dari 1/3 bagian atau belum terbentuk
*      Kadang disertai dengan pernafasan yang tidak teratur
*      Aktivitas dan tangisannya lemah
*      Refleks menghisap dan menelan tidak efektif atau lemah
b)      Tanda- tanda bayi kecil untuk masa kehamilan (KMK) :
*      Umur bayi dapat cukup, kurang atau lebih bulan, tetapi beratnya kurang dari 2500 gram
*      Gerakannya cukup aktif, tangis cukup kuat
*      Kulit keriput, lemak bawah kulit tipis
*      Bila kurang bulan, jaringan payudara kecil, puting kecil. Bila cukup bulan, payudara dan puting sesuai masa kehamilan
C.     TANDA – TANDA BBLR
*      Umur kehamilan sama dengan atau kurang dari 37 minggu.
*      Berat badan sama dengan atau kurang dari 2.500 gram.
*      Panjang badan sama dengan atau kurang dari 46 cm, lingkar kepala sama dengan atau kurang dari 33 cm, lingkar dada sama dengan atau kurang dari 30 cm.
*      Rambut lunugo masih banyak.
*      Jaringan lemak subkutan tipis atau kurang.
*      Tulang rawan daun telinga belum sempurna pertumbuhannya.
*      Tumit mengkilap, telapak kaki halus.
*      Genetalia belum sempurna, labia minora belum tertutup oleh labia mayora, klitoris menonjol (pada bayi perempuan). Testis belum turun ke dalam skrutom, pigmentasi dan rugue pada skorutom kurang (pada bayi laki-laki).
*      Tonus otot lemah sehingga bayi kurang aktif dan pergerakannya lemah.
*      Fungsi syaraf yang belum atau tidak efektif dan tangisnya lemah.
*      Jaringan kelenjar mammae masih kurang akibat pertumbuhan otot dan jaringan lemak masih kurang.
*      Verniks kaseosa tidak ada atau sedikit bila ada.
D.    DIAGNOSIS BBLR
Dalam mendiagnosa bayi dengan BBLR maka hal – hal yang harus diperlihatkan adalah :
*      Penghitungan HPHT
*      Penilaian secara klinis ; BB, PB, lingkar dada, dan lingkar kepala
E.     KLASIFIKASI BBLR
Bayi berat lahir rendah (BBLR) dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu :
1)      Menurut harapan hidupnya;
*      Bayi berat lahir rendah (BBLR) berat lahir 1500 – 2500 gram
*      Bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR) berat lahir 100- 1500 gram
*      Bayi berat lahir ekstrim rendah (BBLER) berat lahir kurang dari 100 gram
2)      Menurut masa gestasinya;
*      Prematuritas murni, yaitu bayi dengan masa kehamilan kurang dari 37 minggu dan berat badan sesuai berat badan untuk usia kehamilan (NBK-KMK).
*      Dismaturitas, yaitu bayi dengan berat badan kurang, dari berat badan yang seharusnya untuk usia kehamilan, ini menunjukkan bayi mengalami retardasi pertumbuhan intrauterine (NKB-SMK)
F.      FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA BBLR
Menurut Depkes (1993) terdapat tiga faktor yang mempengaruhi terjadinya BBLR, yaitu:
1.      Faktor lbu
*      Penyakit
Penyakit yang berhubungan langsung dengan kehamilan misalnya perdarahan antepartum, trauma fisik dan psikologis, diabetes mellitus, toksemia gravidarum, dan nefritis akut.
*      Umur ibu
Angka kejadian prematuritas tertinggi ialah pada usia < 20 tahun, dan multi gravida yang jarak kelahiran terlalu dekat. Kejadian terendah ialah pada usia antara 26 - 35 tahun.
*      Keadaan sosial ekonomi
Keadaan ini sangat berperanan terhadap timbulnya prematuritas. Kejadian tertinggi terdapat pada golongan sosial ekonomi rendah. Hal ini disebabkan oleh keadaan gizi yang kurang baik (khususnya anemia) dan pelaksanaan antenatal yang kurang. Demikian pula kejadian prematuritas pada bayi yang lahir dari perkawinan yang tidak sah.temyata lebih tinggi bila dibandingkan dengan bayi yang lahir dari perkawinan yang sah.
*      Sebab lain
Ibu perokok, ibu peminum alkohol dan pecandu obat narkotik.
2.      Faktor janin
*      Kehamilan ganda.
*      Hidramnion.
*      Ketuban pecah dini.
*      Cacat bawaan, kelainan kromosom.
*      Infeksi (misal : rubella, sifilis, toksoplasmosis).
*       Insufensi plasenta.
*       Inkompatibilitas darah ibu dari janin (faktor rhesus, golongan darah A, B, dan O)
*      Kelaina kromosom
3.      Faktor lingkungan
*      Tempat tinggal di dataran tinggi radiasi.
*      Terpapar zat-zat beracun.
4.      Faktor plasenta
*      Plasentitis vilus
*      Luas permukaan berkurang
*      Plasenta yang lepas
*      Infrak
*      Hidramnion
*      Sindrom parabiotik
*      Tumor (korioangioma, mola hidatidosa)
G.    PENATALAKSANAAN
Perawatan pada bayi berat lahir rendah (BBLR) :
*      Mempertahankan suhu tubuh dengan ketat. BBLR mudah mengalami hipotermi, oleh sebab itu suhu tubuhnya harus dipertahankan dengan ketat.
*      Mencegah infeksi dengan ketat. BBLR sangat rentan dengan infeksi, perhatikan prinsip-prinsip pencegahan infeksi termasuk mencuci tangan sebelum memegang bayi.
*       Pengawasan nutrisi/ASI. Refleks menelan BBLR belum sempurna, oleh sebab itu pemberian nutrisi harus dilakukan dengan cermat.
*      Penimbangan ketat. Perubahan berat badan mencerminkan kondisi gizi/nutrisi bayi dan erat kaitannya dengan daya tahan tubuh, oleh sebab itu penimbangan berat badan harus dilakukan dengan ketat.
*       Kain yang basah secepatnya diganti dengan kain yang kering dan bersih, pertahankan suhu tetap hangat.
*      Kepala bayi ditutup topi, beri oksigen bila perlu.
*      Tali pusat dalam keadaan bersih.
*      Beri minum dengan sonde/tetes dengan pemberian ASI.
*      Bila tidak mungkin infuse dekstrose 10% + bicabornas natricus 1,5% = 4 : 1, hari 1 = 60 cc/kg/hari (kolaborasi dengan dokter) dan berikan antibiotik.
DAFTAR PUSTAKA
*      Mochtar, Rustam. 1998. Sinpsi Obstetri Jilid I. Jakarta: EGC.
*      Manuaba, IBG. 1998. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Kebidanan. Jakarta: EGC.
*      Sarwono, Prawironardjo. 2006. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: YBPSP.
*      Setyowati T. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah (Analisa data SDKI 1994). Badan Litbang Kesehatan, 1996. Avaliable from :http://www.digilib.litbang.depkes.go.id . Last Update : 2003 [diakses tanggal 2 Desember 2007].
*      Erlina (2008). Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). http://www.eMedicine.com. Tanggal 30-12-2008 jam 10.00 Wib
*      Lya Li el’s Blog (2008). Tinjauan Teori BBLR. http://li-el.blog.friendster.com. Tanggal 30-12-2008 jam 08.00.
*      Proverawati, Atikah. 2010. BBLR .yogyakarta: NUMED.
We were as one babe
For a moment in time
And it seemed everlasting
That you would always be mine
Now you wanna be free
So I'll let you fly
'Cause I know in my heart babe
Our love will never die

You'll always be a part of me
I'm part of you indefinitely
Boy don't you know you can't escape me
Ooh darling 'cause you'll always be my baby
And we'll linger on
Time can't erase a feeling this strong
No way you're never gonna shake me
Ooh darling 'cause you'll always be my baby

I ain't gonna cry no
And I won't beg you to stay
If you're determined to leave boy
I will not stand in your way
But inevitably
You'll be back again
'Cause you know in your heart babe
Our love will never end

I know that you'll be back boy
When your days and your nights get a little bit colder
I know that you'll be right back baby
Oh baby believe me it's only a matter of time
You'll always be a part of me
I'm part of you indefinitely
Boy don't you know you can't escape me
Ooh darling 'cause you'll always be my baby
Always be my baby

Minggu, 28 April 2013

apa yang terjadi jiwa?
kenapa petang membuntutimu?
kenapa mendung mengiringimu?
ada apa jiwa?
jiwa jiwa yang tertutup telapak tangan raksasa yang menyembunyikan ronanya..
jiwaku....
tenanglah yakinlah.., mentari kan tetap menyapa dengan hangatnya...
tersenyumlah karna bintang bintang kan setia menghiburmu diatas sana...
jiwa apa yang kau pikirkan?
jiwa kendalikan gemuruh itu.. jangan kau lukai dirimu sendiri jiwa...
jiwa,,,,

Jumat, 12 April 2013

Anda adalah hadiah yang paling berharga untuk saya, jika saya bisa lakukan apapun untuk anda , itu cukup. Asal anda bahagia, meskipun saya mati, hati saya akan tetap hidup untuk anda...
Apa yang mati tapi hidup dan hidup tapi mati? Meskipun ratusan tahun berlalu, saya akan selalu mencintai anda, dan hati saya akan slalu terdapat ukiran nama anda.
"saya hanya bisa membayangkan kehidupan anda, tapi saya tidak bisa mengulurkan tangan saya untuk menyentuh anda. saya merindukan anda seperti hampir mati rasanya.
saya ingin mendengar suara anda. Saya ingin menyentuh anda.
"Jika saya bisa menemui anda setelah saya mati, saya berharap saya bisa mati saat ini."
"saya seharusnya mengatakan kalau saya mencintai anda lebih sering selagi saya masih bisa mengatakannya. saya mencintai anda. Saya sangat merindukan wajah tersenyum-anda, yang membuat hati saya damai dan tenang.
Saya mohon jaga kesehatan dan kondisi anda, anda harus baik – baik saja."

Senin, 01 April 2013

Daftar obat kali ini memang sengaja saya postingkan untuk anda yang ingin mengetahui macam - macam daftar obat, karena ini juga termasuk dalam materi perkuliahan saya dan terus terang saja sedikit susah mencari simple daftar obat golongan O yang menginginkannya harus menggunakan izin atau resep dokter untuk melengkapi tugas materi perkuliahan saya dan mengingat akhir-akhir ini banyak bermunculan kasus penyalahgunaan obat-obatan, khususnya obat berbahaya yang dapat merusak sistem saraf otak jika dikonsumsi secara berlebihan.
Penggolongan tersebut terdapat dalam Permenkes No. 917/MENKES/PER/X/1993 tentang Wajib Daftar Obat Jadi. Tanda yang digunakan untuk setiap golongan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Obat bebas (OTC)


Obat berkategori bebas ini di simbolkan dengan tanda lingkaran berwarna hijau, artinya kelompok obat ini bisa anda dapatkan tanpa harus menggunakan resep dokter terlebih dahulu. Obat ini identik dengan ragamnya yang mudah didapat di warung-warung kecil. OTC sendiri adalah kepanjangan dari Over The Counter yang berarti obat ini boleh bebas dipasarkan namun tetap harus menggunakan aturan minum.






2. Obat bebas terbatas


Obat bersimbol lingkaran biru ini adalah obat berjenis obat bebas terbatas. yang sering disebut obat daftar W.
Peredaran obat jenis ini tidak seperti obat bebas (OTC). Obat ini hanya bisa anda beli di Apotik dan atau toko-toko obat resmi yang berijin. Disebut terbatas karena ada batasan jumlah dan kadar isi yang harus anda perhatikan sebelum anda konsumsi. Biasanya ada tanda "P" yang berarti 'perhatian' di dalam labelnya. Contoh paling gampang yakni obat flu.

Label "P" ini juga ada beberapa macam:
P.No. 1: Awas! Obat keras. Bacalah aturan pemakaiannya.
P.No. 2: Awas! Obat keras. Hanya untuk bagian luar dari badan.
P.No. 3: Awas! Obat keras. Tidak boleh ditelan.
P.No. 4: Awas! Obat keras. Hanya untuk dibakar.
P.No. 5: Awas! Obat keras. Obat wasir, jangan ditelan

Soal apotik, warung obat, ini ada aturan resminya SK Menkes 10272004. Kalau tahu ada yang jual obat lingkaran biru (inget, OBAT bukan kontrasepsi) di warung obat apalagi warung umum, kita jangan ikut-ikutan beli, nggak rasional dong. Justru kita ingatkan bahwa seharusnya nggak begitu cara jualnya. Tentu aturan pembedaan ini ada tujuannya, bukan sekedar soal untung-rugi yang jual saja.

Seperti sering disebutkan, kita boleh menggunakan obat bebas tanpa resep dokter, bila memang diperlukan. Ciri umum obat bebas adalah bersifat simptomatik. Kita tentu harus paham betul, yang diobati bukan (hanya) gejalanya, tetapi penyebabnya.

Meskipun demikian, bila memang gejala flu itu misalnya begitu berat, daripada tergesa-gesa pakai antibiotika yang mungkin tanpa guna, harus ke dokter atau apalagi beli AB sendiri,
mending cukup dengan obat bebas dulu aja. Kalau tidak mempan baru terpaksa ke dokter. okok...!!

Ketika membeli obat bebas/bebas terbatas ini, pastikan baik-baik hal-hal seperti: kemasan masih rapi tidak ada cacat mencurigakan, tanggal kadaluwarsa belum terlewati, dan yang paling penting perhatikan benar-benar isi dari keterangan yang ada pada labelnya. Mulai dari indikasi, kontra-indikasi, perhatian, efek samping sampai ke cara makan dan dosisnya dan liat warna kemasan juga ia..





















 3. Obat keras


Bila dalam sebuah kemasan obat tertera simbol lingkaran merah dengan tanda seperti gambar disamping ini, maka berhati-hatilah dalam mengkonsumsi obat yang ada didalam kemasan itu. Pasalnya obat jenis ini termasuk golongan obat keras yang cara pemakaiannya harus dengan resep dan pengawasan dari ahli penyakit atau dokter.

Obat keras berlogo ini disebut "obat daftar G". Yang termasuk kelompok ini terutam adalah antibiotika dan obat-obat berisi hormon (obat anti diabetes, obat untuk penyakit gangguan jantung, obat anti-penyakit kanker, obat untuk penyakit pembesaran kelenjar tiroid, obat penyakit gangguan pertumbuhan, dan sebagainya).

Keharusan menggunakan resep dokter ini disebut kelompok obat "etikal" (ethical), sebagai lawan dari OTC.

Di samping golongan obat keras, ada juga yang harus menggunakan resep dokter, yaitu kelompok obat psikotropika. Obat kelompok psikotropika adalah zat/obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai dengan timbulnya halusinasi (mengkhayal), ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan (adiksi) serta mempunyai efek stimulasi (merangsang) bagi para pemakainya. psikotropika juga termasuk dalam daftar G.

Contoh yang gampang adalah golongan narkotika dan amfetamin (ectasy, sabu-sabu, dan kawan-kawannya). Termasuk juga yang sering di salah gunakan adalah obat anti depressan (seperti diazepam, clobazam, lithium), obat anti ansietas (seperti benzodiasepin, alprazolam) atau anti-psikotik (seperti chlorpromazine, haloperidol).

Pemanfaatan kelompok psikotropika diatur dengan UU no 5/1997. Intinya, obat ini digunakan harus di bawah pengawasan dokter, dengan indikasi medis, bukan untuk tujuan lain. Karena itu, jelas belinya harus pakai resep. Bahkan dalam meresepkan obat psikotropika, dokter pun ada etika tersendiri, seperti memberikan dalam dosis terkecil, waktu tersingkat, jumlah terbatas (menghindari penyalah gunaan) dan ada pencegahan terhadap withdrawal syndrome (efek buruk ketika pemberian obat dihentikan).

Jenis-jenis obat penyakit, list obat berbahaya dan aman, obat untuk penyakit, mengenal jenis obat-obatan.






4. Obat Narkotik : 


UU No. 22 tahun 1997 tentang Narkotika
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan kedalam golongan-golongan. Ciri-cirinya nya :
- yang dikenal obat daftar O (Golongan Opiat/Opium)
- Logonya berbentuk seperti palang ( + )
- Obat ini BERBAHAYA bila terjadi penyalahgunaan dan dalam penggunaannya diperlukan pertimbangan khusus, DAN DAPAT MENYEBABKAN KETERGANTUNGAN PSIKIS DAN FISIK oleh karena itu hanya boleh digunakan dengan dasar RESEP DOKTER.

@ Ketergantungan narkotika adalah gejala dorongan untuk menggunakan narkotika secara terusmenerus, toleransi dan gejala putus narkotika apabila penggunaan dihentikan.
@ Pecandu adalah orang yang menggunakan atau menyalahgunakan narkotika dan dalam keadaan ketergantungan pada narkotika, baik secara fisik maupun psikis.
Ini adalah lambing atau logo obat narkotik :



Berdasarkan UU RI No. 22 Th 1997, narkotika dibagi atas 3 golongan :
      Golongan I adalah narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan.

Contohnya terdiri dari 26 macam antara lain :
^_^ Tanaman Papaver somniferum L dan semua bagian-bagiannya termasuk buah dan jeraminya, kecuali bijinya.

^_^ Opium mentah, yaitu getah yang membeku sendiri, diperoleh dari buah tanaman Papaver somniferum.
  
^_^ Opium masak terdiri dari :
        Candu, diperoleh dari opium mentah melalui pengolahan khusus dengan pelarutan, pemanasan dan peragian dengan/tanpa penambahan bahan-bahan lain, dengan maksud mengubahnya menjadi suatu ekstrak yang cocok untuk pemadatan.

Jicing, sisa-sisa candu setelah dihisap, tanpa memperhatikan apakah candu itu dicampur dengan daun atau bahan lain.
       
      Jicingko, hasil yang di­peroleh dari pengolahan jicing.



^_^ Tanaman koka seperti Erythroxylon coca, semua tanaman dari genus Erythroxylon dari keluarga Erythroxylaceae termasuk buah dan bijinya.

^_^ Daun koka, yang belum/sudah dikeringkan /dalam bentuk serbuk dari semua tanaman genus Erythroxylon dari keluarga Erythroxylaceae yang menghasilkan kokain secara langsung atau melalui perubahan kimia :
   Kokain mentah, semua hasil-hasil yang diperoleh dari daun   koka yang dapat diolah secara langsung untuk mendapatkan kokaina (metil ester-I-bensoil ekgonina).

^_^ Tanaman ganja (Cannabis indica), semua tanaman genus cannabis dan semua bagian tanaman termasuk biji, buah jerami, hasil olahan tanaman ganja/bagian tanaman ganja termasuk damar ganja dan zat-zat khasiatnya :
   Tetrahydrocannabinol, dan semua isomer serta semua bentuk stereo kimianya.
   Delta 9 tetrahidrocannabinol dan semua bentuk stereo kimianya :
v Asetorfina
v Etorfina
v Heroina
v Tiofentanil

        Golongan II adalah narkotika yang berkhasiat pengobatan digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan.

Contoh terdiri dari 87 macam, antara lain :

§  Morfina
§  Opium
§  Dihidromorfina
§  Petidina
§  Tebaina

      Golongan III adalah narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan.

Contoh antara lain terdiri dari :

v Asetildihidrokodeina
v Dekstropropoksifena
v Dihidrokodeina
v Etilmorfina
v Kodeina
v Nikodikodina
v Nikokodina
v Norkodeina
v Polkodina



 
Copyright (c) 2010 Midwife Putry salju. Design by WPThemes Expert

Themes By Buy My Themes and Direct Line Insurance.