Minggu, 28 September 2014



BAB I
TINJAUAN TEORI

A.           Konsep Teori Menurut Kasus Kehamilan
          Kehamilan adalah pertemuan persenyawaan antara sel telur (ovum) dan sel mani (sperma). Kehamilan lamanya 280 hari atau 40 minggu ata 10 bulan (lunar month). Kehamilan yang berlangsung antara 23-36 minggu disebut kehamilan premature. Kehamilan yang berlangsung antara 37-42 minggu disebut kehamilan matur. Sedangkan bila kehamilan terjadi lebih dari 34 minggu disebut post matur. Proses kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan dan terdiri dari:
1.    Ovulasi atau pelepasan ovum
2.    Terjadi imigrasi sperma dan ovum
3.    Terjadi konsepsi dan pertumbuhan zigot
4.    Terjadi nidasi (implantasi pada uterus)
5.    Terjadi pembentukan plasenta
6.    Tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm
7.    Menurut usia kehamilan dibagi atas 3 triwulan (trimester) yaitu :
a.    Kehamilan trimester pertama : 0-12 minggu
b.    Kehamilan trimester kedua : 12-28 minggu
c.    Kehamilan trimester ketiga : 28-40 minggu
(Muchtar, Rustam, Sinopsis Obstetri).

Tanda dan Gejala Kehamilan
1.    Tanda-tanda persumtif
a.    Aminorea (tidak dapat haid)
Wanita harus mengetahui tanggal hari pertama haid terakhir (HPHT) agar dapat ditaksir umur kehamilan dan hari perkiraan lahir (HPL)
Cara penghitungan menggunakan rumur Naegele :
Hari + 7, bulan – 3 dan tahun + 1
b.    Mual dan mutah (nausca dan vomiting)
Biasanya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan hingga akhir trimester pertama karena terjadi pada pagi hari maka disebut “Morning Sickness”, dan bila mual dan muntah terlalu sering disebut hiperemesis.
c.    Ngidam (ingin makanan khusus)
Ibu hamil sering meminta makanan atau minuman tertentu terutama pada bulan-bulan trimester pertama.
d.   Tidak tahan dengan bau-bauan
e.    Pingsan (sinkope)
Terjadi gangguan sirkulasi kedaerah kepala (central) menyebabkan iskemia saluran saraf pusat dan menimbulkan pingsan menghilang setelah 16 minggu.
f.     Tidak ada selera makan (anoreksia)
Hanya timbul pada trimester pertama kehamilan, kemudian nafsu makan timbul kembali.
g.    Lelah (fatigue)
h.    Payudara membesar, tegang dan sedikit nyeri disebabkan pengaruh estrogen dan progesteron yang merangsang duktus dan alveoli payudara, kelenjar motgomery terlihat lebih membesar.
i.      Miksi sering
Kandung kemih tertekan oleh tahim yang membesar, gejala ini akan hilang pada trimester kedua kehamilan dan pada trimester ketiga atau akhir, kehamilan akan muncul lagi karena kandung kemih ditekan oleh kepala janin.
j.      Konstipasi/Obstipasi
Karena tonus otot-otot usus menurun oleh pengaruh hormon steroid
k.    Pigmentasi kulit
Karena pengaruh hormon kortikosteroid plasenta dijumpai dimuka (cloasma gravidarum) areola payudara, leher, dan dinding perut (linea nigra : grisea)
l.      Apulis : hipertrofi dari papil gusi
m.  Pemekaran vena-vena (varices)
Dapat terjadi pada kaki, baris dan vulva biasanya dijumpai pada trimester III

2.    Tanda-Tanda Kemungkinan Hamil
a.    Perut membesar (pembesaran perut sesuai dengan usia kehamilan)
b.    Uterus membesar (terjadi perubahan dalam bentuk besar, dan konsistensi dari rahim)
c.    Tanda hegar (otot uterus lembek)
d.   Tanda chadwick (serviks dan vagina menjadi kebiruan)
e.    Broxton-Hick (kontraksi-kontraksi uterus bila dirangsang)
f.     Teraba ballotement
g.    Reaksi kehamilan positif

3.    Tanda-Tanda Tidak Pasti Hamil
a.    Amenore (tidak haid)
b.    Morning sickness (mual-mual dipagi hari)
c.    Sering kencing
d.   Pembesaran payudara
e.    Membesarnya perut
f.     Pergerakan anak yang pertama (Quickening)

4.    Diagnosis Banding Kehamilan
a.    Hamil palsu (Pseudocyesis = kehamilan spurra) gejala hampir sama dengan kehamilan, bahkan wanit merasakan gerakan janin. Namun pada pemeriksaan uterus tidak membesar. Tanda-tanda kehamilan lain reaksi kehamilan negatif.
b.    Mioma uteri : perut dan rahim membesar namun pada perabaan, rahim terasa padat, kadang kala berbenjol-benjol. Tanda kehamilan negatif dan tidak dijumpai tanda-tanda kehamilan lainnya.
c.    Kista ovari : perut membesar bahkan makin bertambah besar namun pada pemeriksaan dalam rahim teraba sebesar biasa. Reaksi kehamilan negatif, tanda-tanda kehamilan negatif juga.
d.   Kandung kemih penuh dan terjadi tetensi urin : pada pemasangan kateter keluar banyak air kencing.
e.    Hematometra : uterus membesar karena terisi darah yang disebabkan himen imperforata, stenosis vagina atau serviks.

5.    Jadwal Pemeriksaan Kehamilan
Kunjungan antenatal untuk pemantauan dan pengawasan kesejahteraan ibu dan anak minimal 4 kali selama kehamilan dalam waktu :
a.    Trimester I : 1 x kunjungan (sebelum 14 minggu)
b.    Trimester II : 1x kunjungan (14-28 minggu)
c.    Trimester III : 2 x kunjungan (28-36 minggu dan sesudah minggu ke 36)
Namun demikian dirasakan ibu hamil untuk memeriksa kehamilannya dengan jadwal sebagai berikut :
a.    Pemeriksaan pertama kali yang ideal adalah sedini mungkin ketika haidnya terlambat 1 bulan.
b.    Usia kehamilan < 28 minggu (7 bulan) : 4 minggu sekali kunjungan
c.    Usia kehamilan 26-36 minggu (7-9 bulan) : 2 minggu sekali kunjungan



6.    Menentukan Umur Kehamilan dan BB Janin Dalam Kandungan
a.    Menghitung dari tanggal haid terakhir (HPHT)
b.    Ditambahkan 4,5 bulan dari waktu ibu merasa janin hidup “Feeling Life” (Quckening)
c.    Menurut Spiegelberg : dengan jalan mengukur tinggu fundus uteri dari simpisis maka diperoleh tabel :
a.     22-28 minggu                          24-25 cm diatas simpisis
b.    28 minggu                               26,7 cm diatas simpisis
c.     30 minggu                               29,5-30 diatas simpisis
d.    32 minggu                               29,5-30 diatas simpisis
e.     34 minggu                               31 cm diatas simpisis
f.     36 minggu                               32 cm diatas simpisis
g.    38 minggu                               33 cm diatas simpisis
h.    40 minggu                               37,7 diatas simpisis
d.   Menurut Mac Donald : adalah modifikasi spegelbelg yaitu jarak fundus sampai simpisis dalam cm dibagi 3,5 merupakan tuanya kehamilan dalam bulan
e.    Menurut Ahlfeld : ukuran kepala bokong = panjang anak sebenarnya. Bila diukur jarak kepala-bokong janin adalah 20 cm, maka tua kehamilan adalah 8 bulan.
f.     Rumus johnson-Tausk : BB = (MD-12) x 155
BB = berat badan : MD = jarak simpisis – fundus uteri


7.    Pemeriksaan Ibu Hamil
a.    Anamnesa
1)   Anamnesa identitas istri dan suami : nama, umur, agama, pekerjaan, alamat dan sebagainya
2)   Anamnesa umum
a.         Tentang keluhan-keluhan, nafsu makan, tidur, miksi, defekasi, perkawinan dan sebagainya.
b.        Tentang haid kapan mendapat haid terakhir (HT). Bila hari pertama haid terakhir diketahui, maka dapat dijabarkan taksiran tanggal persalinan memakai rumus Naegel = hari + 7, bulan – 3 dan tahun + 1
c.         Tentang kehamilan, persalinan, keguguran dan kehamilan ektopik atau kehamilan mola sebelumnya.
3)   Inspeksi dan pemeriksaan fisik diagnostik
Pemeriksaan seluruh tubuh secara baik dan lege artis : tekanan darah, nadi, suhu, pernafasan, jantung, paru-paru dan sebagainya.
4)   Perkusi
Tidak begitu banyak artinya kecuali bila ada sesuatu indikasi.
5)   Palpasi
Ibu hamil disuruh terlentang, kepala dan bahu sedikit lebih tinggi dengan memakai bantal. Pemeriksa berdiri disebelah kanan ibu hamil. Dengan sikap normal lakukanlah palpasi bimanual terutama pada pemeriksaan perut dan payudara.
a)   Palpasi perut untuk menentukan:
(1)       Besar dan konsistensi rahim
(2)       Bagian-bagian janin, letak, presentasi
(3)       Gerakan janin
(4)       Kontraksi rahim Braxton-Hick dan his
b)   Pemeriksaan Palpasi :
(1)   Leopold 1
(a)    Untuk menentukan TFU
(b)   Untuk menentukan bagian teratas janin
(2)   Leopold II
Menentukan letak punggung dengan satu tangan menekan disebelah kanan atau kiri perut ibu
(3)   Leopold III 
Menentukan bagian terbawah uterus
(4)   Leopold IV
Untuk menentukan kepala sudah masuk pintu atas panggul (PAP) atau belum
6.             Auskultasi
Menggunakan stetoskop monoral (stetoskop obstetrik) untuk mendengar Denyut Jantung Janin (DJJ), cara menghitung DJJ dan DJJ normal :
a.         DJJ normal 120 – 160 x /menit
b.        Dari janin
1)      DJJ pada bulan ke 4-5
2)      Bising tali pusat
3)      Gerakan tendengan janin
b.      Dari Ibu
1)      Bising rahim (uterine souffle)
2)      Bising aorta
3)      Peristaltik usus
Cara menghitung DJJ
a.       Setiap menit misalnya 140 x/menit
b.      Dihitung 3x5 detik secara beraturan dengan cara ini dapat diketahui teratur tidaknya contoh :
11        12        12
DJJ = 4x (11 + 12 + 13) = 136 x /menit
c.       Pemeriksan dalam
1)             Vagina toucher (VT)
2)             Rectal toucher (RT)

Tabel hubungan tua kehamilan (bulan), besar uterus dan tinggi fundus uteri
No
Akhir bulan
Besar uterus
Tinggu fundus uteri
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

9.

10.
4 Bulan
8 Bulan
12 Bulan
16 Bulan
20 Bulan
24 Bulan
28 Bulan
32 Bulan

36 Bulan

40 Bulan
Lebih besar dari biasa
Telur bebek
Telur angsa
Kepala bayi
Kepala dewasa
Kepala dewasa
Kepala dewasa
Kepala dewasa

Kepala dewasa

Kepala dewasa
Belum teraba (palpasi)
Dibelakang simpisis
1-2 jari diatas simpisis
Pertengahan simpisis pusat
2-3 jari dibawah pusat
Kira-kira setinggi pusat
2-3 jari diatas pusat
Pertengahan pusat, procesus xgphordeus
3 jari dibawah Px atau sampai setinggi Px
Sama dengan kehamilan 8 bulan namun melebar kesamping


B.            Konsep Teori Menurut Hellen Varney
          Menurut Hallen Varney ada 7 langkah dalam manajemen kebidanan yaitu :
1.      Langkah 1 : Tahap Pengumpulah Data Dasar
Pada langkah pertama dikumpulkan semua informasi yang akurat dan lengkap dari  semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien. Untuk memperoleh data dilakukan dengan cara :
a.       Anamnesis. Dilakukan untuk mendapatkan biodata, riwayat menstruasi, riwayat kesehatan, riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas, bio-psiko-sosial-spiritual, serta pengetahuan klien.
b.      Pemeriksaan fisik sesuai dengan kebutuhan dan pemeriksaan tanda-tanda vital, meliputi :
1)      Pemeriksaan khusus (inspeksi, palpasi, auscultasi, dan perkusi )
2)      Pemeriksaan penunjang ( laboratorium, radiologi/USG, dan cacatan terbaru serta catatan sebelumnya ).
Tahap ini  merupakan langkah awal yang akan menentukan langkah berikutnya, sehingga kelengkapan data sesuai dengan kasus yang dihadapi yang akan menentukan proses interpretasi yang benar atau tidak dalam tahap selanjutnya. Sehingga dalam pendekatan ini harus komprehensif meliputi data subjektif, objektif dan hasil pemeriksaan sehingga dapat menggambarkan kondisi pasien yang sebenarnya dan valid.
Kaji ulang data yang sudah dikumpulkan apakah sudah tepat, lengkap dan akurat.

2.      Langkah 2 : Interpretasi Data Dasar
Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosis atau masalah berdasarkan interpretasi atas data-data yang telah dikumpulkan.
Data dasar yang telah dikumpulkan diinterpretasikan sehingga dapat merumuskan diagnosis dan masalah yang spesifik. Rumusan diagnosis dan masalah keduanya digunakan karena masalah tidak dapat didefinisikan seperti diagnosis tetapi tetap membutuhkan penanganan. Masalah sering berkaitan dengan hal-hal yang sedang dialami wanita yang diidentifikasi oleh bidan sesuai dengan hasil pengkajian. Masalah juga sering menyertai diagnosis.
Diagnosis kebidanan adalah diagnose yang ditegakkan bidan dalam lingkup praktek kebidanan dan memenuhi standar nomenklatur diagnose kebidanan.
Standar nomenklatur diagnosis kebidanan :
a.       Diakui dan telah disahkan oleh profesi.
b.      Berhubungan langsung dengan praktek kebidanan.
c.       Memiliki cirri khas kebidanan.
d.      Didukung oleh clinical judgement dalam praktek kebidanan.
e.       Dapat diselesaikan dengan pendekatan manajemen kebidanan.

3.      Langkah 3 : Mengidentifikasi Diagnosis atau Masalah Potensial dan Mengantisipasi Penanganannya.
Pada langkah ini bidan mengidantifikasi masalah potensial atau diagnosis potensial berdasarkan diagnosis atau masalah yang sudah diidentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan dilakukan pencegahan. Bidan diharapkan dapat waspada dan bersiap-siap mencegah diagnosis atau masalah potensial ini menjadi benar-benar terjadi. Langkah ini penting sekali dalam melakukan asuhan yang aman.
Pada langkah ketiga ini bidan dituntut untuk mampu mengantisipasi masalah potensial, tidak hanya merumuskan masalah potensial yang akan terjadi tetapi juga merumuskan tindakan antisipasi agar masalah atau diagnosis potensial tidak terjadi. Sehingga langkah ini benar merupakan langkah yang bersifat antisipasi yang rasional atau logis.
Kaji ulang apakah diagnosis atau masalah potensial yang diidentifikasi sudah tepat.

4.      Langkah 4 : Menetapkan Kebutuhan Terhadap Tindakan Segera
Mengindentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan atau tenaga konsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien.
Langkah keempat mencerminkan kesinambungan dari proses manajemen kebidanan. Jadi manajemen bukan hanya selama asuhan primer periodik atau kunjungan prenatal saja tetapi juga selama wanita tersebut bersama bidan terus menerus, misalnya pada waktu wanita tersebut dalam persalinan.
Data baru mungkin saja dikumpulkan dan dievaluasi. Beberapa data mungkin mengidentifikasi situasi yang gawat dimana bidan harus bertindak segera untuk kepentingan keselamatan jiwa ibu atau anak.
Data baru mungkin saja dikumpilkan dapat menunjukkan satu situasi yang memerlukan tindakan segera sementara yang lain harus menunggu intervensi dari seorang dokter. Situasi lainnya tidak merupakan kegawatan tetapi memerlukan konsultasi atau kolaborasi dengan dokter.
Demikian juga bila ditemukan tanda-tanda awal dari preeklampsia, kelainan panggul, adanya penyakit jantung, diabetes, atau masalah medic yang serius, bidan memerlukan konsultasi atau kolaborasi dengan dokter.
Dalam kondisi tertentu seorang wanita mungkin juga akan memerlukan konsultasi atau kolaborasi dengan dokter atau tim kesehatan lain seperti pekerja sosial, ahli gizi atau seorang ahli perawatan klinis bayi  baru lahir. Dalam hal ini bidan harus mampu mengevaluasi kondisi setiap klien untuk menentukan kepada siapa konsultasi dan kolaborasi yang paling tepat dalam manajemen asuhan kebidanan.
Kaji ulang apakah tindakan segera ini benar-benar dibutuhkan.

5.      Langkah 5 : Menyusun Rencana Asuhan yang Menyeluruh.
Pada langkah ini direncanakan asuhan yang menyeluruh ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya. Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap masalah atau diagnose yang telah diidentifikasi atau diantisipasi. Pada langkah ini informasi data yang tidak lengkap dapat dilengkapi.
Rencana asuhan yang menyeluruh tidak hanya meliputi apa yang sudah terindentifikasi dari kondisi klien atau dari setiap masalah yang berkaitan tetapi juga dari kerangka pedoman antisipasi terhadap wanita tersebut seperti apa yang diperkirakan akan terjadi berikutnya, apakah dibutuhkan penyuluhan, konseling dan apakah perlu merujuk klien bila ada  masalah-masalah yang berkaitan dengan sosial ekonomi-kultural atau masalah psikologis. Dengan kata lain, asuhan terhadap wanita tersebut sudah mencakup setiap hal yang berkaitan dengan setiap aspek asuhan kesehatan. Setiap rencana asuhan haruslah disetujui oleh kedua pihak, yaitu oleh bidan dank lien agar dapat dilaksanakan dengan efektif karena klien juga akan melaksanakan rencana asuhan bersama klien kemudian membuat kesepakatan bersama sebelum melaksanakannya.
Semua keputusan yang dikembangkan dalam asuhan menyeluruh ini harus rasional dan benar-benar valid berdasarkan pengetahuan dan teori yang up to date serta sesuai dengan asumsi tentang apa yang akan dilakukan klien.

6.      Langkah 6 : Pelaksanaan Langsung Asuhan dengan Efisien dan Aman.
Pada langkah keenam ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah kelima dilaksanakan secara efisien dan aman. Perencanaan ini bias dilakukan seluruh oleh bidan atau sebagian lagi oleh klien atau anggota tim kesehatan lainnya. Walau bidan tidak melakukannya sendiri, ia tetap memikul tanggungjawab untuk mengarahkan pelaksanaannya, misalnya memastikan langkah-langkah tersebut benar-benar terlaksana.
Dalam situasi di mana bidan berkolaborasi dengan dokter untuk menangani klien yang mengalami komplikasi, maka keterlibatan bidan dalam manajemen asuhan bagi klien adalah tetap bertanggungjawab terhadap terlaksananya rencana asuhan bersama yang menyeluruh tersebut. Manajemen yang efisien akan menyangkut waktu dan biaya serta meningkatkan mutu dan asuhan klien.
Kaji ulang apakah semua rencana asuha telah dilaksanakan.

7.      Langkah 7 : Evaluasi
Pada langkah ketujuh ini dilakukan evaluasi kefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar telah terpenuhi sesuai kebutuhan sebagaimana telah diidentifikasi dalam diagnose dan masalah. Rencana tersebut dapat dianggap efektif jika memang benar efektif dalam pelaksanaannya.
Ada kemungkinan bahwa sebagian rencana tersebut efektif sedangkan sebagian belum efektif. Mengingat bahwa proses manajemen asuhan ini merupakan suatu kegiatan yang berkesinambungan maka perlu mengulang kembali dari awal setiap asuhan yang tidak efektif melalui manajemen tidak efektif serta melakukan penyusaian terhadap rencana asuhan tersebut.
Langkah-langkah proses manajemen umumnya merupakan pengkajian yang memperjelas proses pemikiran yang mempengaruhi tindakan serta berorientasi pada proses klinis, karena proses manajemen tersebut berlangsung di dalam situasi klinik dan dua langkah terakhir tergantung pada klien dan situasi klinik, maka tidak mungkin proses manajemen ini dievaluasi dalam tulisan saja.
C.           Implementasi Manajemen Kebidanan Varney
1.    Langkah I : Pengkajian
  Adalah pengumpulan data dasar untuk mengevaluasi keadaan klien.Data yang dikumpulkan meliputi data subjektif dan data objektif serta data penunjang (bila ada).
a.       Data subjektif
   Data ini bisa didapat dengan cara anamnesa yaitu tanya jawab antara klien dengan petugas kesehatan (auto anamnesa) maupun antara petugas kesehatan dengan orang lain yang mengetahui keadaan / kondisi klien (alo anamnesa). Anamnesa dapat dilakukan pada pertama kali klien datang (secara lengkap) dan anamnesa selanjutnya / ulang untuk hal yang diperlukan saja setelah melakukan review data yang lalu.
Hal – hal yang perlu dikaji dalam dat subjektif, meliputi :
1)      Biodata
a)      Nama klien
      Dimaksudkan agar lebih mengenal klien sehingga tercipta hubungan interpersonal yang baik, sehingga bidan lebih mudah dalam memberikan asuhannya karena klien lebih kooperatif.
b)      Umur
      Untuk mengetahui apakah umur klien termasuk dalam usia produktif atau usia beresiko tinggi untuk hamil, karena umur yang < 20 tahun atau > 35 tahun beresiko tinggi bila hamil.
c)      Pendidikan
      Dimaksudkan untuk mengetahui tingkat pendidikan dan tingkat intelegensi klien, sehingga bidan bisa menyesuaikan cara pemberian Konseling, Informasi dan Edukasi (KIE) dengan kemampuan daya tangkap klien.
d)     Pekerjaan
      Dimaksudkan untuk mengetahui tingkat sosial ekonomi klien yang tentunya berpengaruh dengan kemampuan klie dalam pemenuhan kebutuhan nutrisinya.Hal ini juga dapat membantu bidan dalam pemberian KIE tentang nutrisi ibu hamil.Selain itu juga untuk mengetahui apakah pekerjaan yang dilakukan klien dapat mengganggu kehamilan atau tidak.
e)      Suku atau bangsa
      Berpengaruh pada adat istiadat atau kebiasaan sehari – hari.
f)       Agama atau kepercayaan
      Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui agama atau kepercayaan yang dianut klien, sehingga bidan secara tidak langsung dapat menyesuaikan pemberian KIE yang sesuai dengan ajaran-ajaran maupun norma-norma agama atau kepercayaan yang dianut.
g)      Alamat
      Ditanyakan untuk maksud mempermudah hubungan bila diperlukan bila keadaan mendesak. Dengan diketahuinya alamat tersebut, bidan dapat mengetahui tempat tinggal pasien/klien dan lingkunganya. Dengan tujuan untuk mempermudah menghubungi keluarganya, menjaga kemungkinan bila ada nama ibu yang sama, untuk dijadikan saat kunjungan rumah.
h)      Penanggung jawab
      Untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab terhadap klien, sehingga bila sewaktu – waktu dibutuhkan bantuannya dapat segera ditemui.

2)      Keluhan pasien
            Perlu dikaji untuk mengetahui hal apa saja yang dikeluhkan dalam kehamilannya ini, terutama keluhan saat pengkajian dilakukan. Keluhan-keluhan yang muncul pada ibu hamil kembar berbeda-beda dalam tiap trimesternya, dan keluhannya khas untuk masing-masing ibu.Keluhan juga perlu dikaji untuk mengetahui adakah tanda dan gejala yang mengarah pada bahaya maupun ketidaknormalan (patologis).

3)      Riwayat kesehatan
a)      Riwayat kesehatan dahulu
      Untuk mengetahui apakah dahulu ibu mempunyai penyakit yang berbahaya bagi kehamilannya.Selain itu untuk mengetahui apakah ibu pernah menjalani operasi yang berhubungan dengan organ reproduksinya atau tidak, karena akan berpengaruh pada kehamilanya
b)      Riwayat kesehatan sekarang
      Untuk mengetahui apakah pada saat sekarang ini ibu benar-benar dalam keadaan sehat, tidak menderita suatu penyakit kronis seperti ashma, jantung, TBC, hipertensi, ginjal, DM dan lainnya, karena apabila ada gangguan kesehatan pada saat ibu hamil akan secara tidak langsung berpengaruh pada kehamilannya baik itu pada diri ibu sendiri maupun perkembangan dan pertumbuhan janin yang dikandungnya.
c)      Riwayat kesehatan keluarga
      Hal penting yang perlu dikaji bila ada riwayat penyakit menular dalam keluarga ibu maupun suami (seperti hepatitis, TBC, HIV/AIDS, PMS) yang dapat menularkan kepada anggota keluarga yang lain. Juga pelu dikaji bila ada rieayat penyakit keturunan dalam keluarga ibu maupun suami seperti jantung, DM, ashma, hipertensi, dan lainnya, karena dapat menurunkan kepada anggota keluarga yang lain dan dapat membahayakan apabila penyakit – penyakit tersebut terjadi pada ibu yang sedang hamil.

4)      Riwayat obstetri
a)      Riwayat haid
      Beberapa hal yang perlu dikaji di dalam riwayat haid meliputi umur menarche,siklus haid (teratur atau tidak), lama haid, dysmenorrhea(ya atau tidak) dan HPHT (Haid Pertama Haid Terakhir). Dengan diketahuinya HPHT maka bidan dapat menentukan HPLnya (Hari Perkiraan Lahir), usia kehamilan sehingga keadaan kehamilannya dapat dipantau, terutama untuk memantau pertambahan BB, TFU (Tinggi Fundus Uteri) dan frekuensi gerak anak, karena hal tersebut dapat mendukung dalam penegakkan diagnose kehamilan, selain melalui palpasi dan USG.
b)      Riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu
      Hal ini perlu dikaji untuk mengetahui apakah ibu memiliki riwayat obstetric yang buruk atau tidak baik dalam kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu, sehingga bila memang ibu memiliki riwayat obstetric yang buruk maka dapat dipersiapkan tindakan-tindakan untuk pencegahan.
c)      Riwayat kehamilan sekarang
      Hal-hal yang perlu dikaji di dalamnya antara lain berapa kali ibu sudah melakukan ANC, di mana ibu memperoleh ANC, apakah ibu sudah mendapatkan imunisasi TT dan berapa kali mendapatkannya, apakah ibu teratur minum tablet tambah darah, kalk dan vitamin yang ibu peroleh setiap kali control, apakah ada keluhan atau komplikasi selama ibu hamil dan apakah ibu mempunyai kebiasaan-kebiasaan mengkonsumsi obat-obatan, merokok, minum jamu dan alcohol dan sebagainya, sehingga bidan dapat memantau perkembangan kehamilannya. Pada kehamilan, pemeriksaan ANC harus lebih sering guna untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan janin yang dikandung.

5)      Riwayat perkawinan
            Dikaji untuk mengetahui sudah berapa lama klien menikah, sudah berapa kali klien menikah, berapa umur klien dan suami pada saat menikah, sehingga dapat diketahui apakah klien masuk dalam infertilitas sekunder atau bukan.Selain itu secara normal juga untuk mengetahui apakah anak yang dikandungnya sah secara hokum atau anak hasil hubungan di luar nikah karena dapat berpengaruh terhadap penerimaan ibu terhadap kehamilannya.

6)      Riwayat KB
            Untuk mengetahui apakah ibu sudah menjadi akseptor KB sebelum hamil atau tidak, metode kontrasepsi yang digunakan apa dan sudah berapa lama ibu menjadi akseptor KB serta rencana KB apa yang akan digunakan ibu (klien) setelah melahirkan.

7)      Pola pemenuhan kebutuhan sehari – hari
            Pola ini perlu dikaji untuk mengetahui apakah ibu sudah menunjukkan perilaku hidup sehat dalam kehidupannya sehari – hari atau belum. Pola – pola yang dikaji di dalamnya, meliputi :
a)      Pola nutrisi
      Dikaji tentang jenis makanan yang dikonsumsi klien, apakah ibu hamil (klien) sudah makan teratur 3x sehari atau belum, apakah sudah mengkonsumsi makanan yang sesuai dengan menu seimbang (nasi, lauk-pauk, sayur dan buah) atau belum, karena asupan nutrisi juga akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin yang dikandungnya. Selain makanan, berapa kali minum dalam sehari juga perlu dipertanyakan, hal ini juga dimaksudkan untuk mencegah keadaan kekurangan cairan.
b)      Pola eliminasi
      Eliminasi yang dikaji adalah BAB dan BAK.BAB perlu dikaji untuk mengetahui berapa kali ibu BAB setiap harinya dan bagaimana konsistensi warna fecesnya, biasanya pada ibu hamil kemungkinan besar terkena sembelit karena pengaruh dari hormon progesterone dan juga warna dari fecesnya terkadang hitam yang disebabkan oleh tablet Fe yang dikonsumsi selama hamil.
      BAK dikaji untuk mengetahui berapa kali ibu BAK setiap harinya, lancar atau tidak. Biasanya ibu yang hamil apalagi hamil kembar akan sering BAK karena adanya penekanan pada kandungan kencing oleh uterus (TM 1) dan oleh kepala janin (TM II-III).
c)      Pola istirahat
      Dikaji untuk mengetahui apakah ibu dapat beristirahat dengan cukup dan tenang setiap harinya atau tidak, karena dapat berpengaruh terhadap kondisi kesehatannya apabila tidak mempunyai cukup waktu untuk beristirahat.
d)     Pola personal hygiene
      Dikaji untuk mengetahui apakah ibu sudah menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupannya. Kebersiahan diri yang paling dan harus diperhatikan oleh ibu hamil adalah kebersihan alat kelamin (genetalia), apabila ibu tidak menjaga genetalia akan memudahkan masuknya kuman ke dalam kandungan.
e)      Pola seksual
      Dikaji untuk mengetahui apakah selama hamil ibu melakukan hubungan seksual atau tidak, karena pada dasarnya hubungan seksual boleh dilakukan selama hamil, asal umur kehamilan ibu cukup besar, karena hubungan seksual yang dilakukan pada saat hamil mudaakan sangat berpengaruh terhadap kondisi janin yang dikandung.

8)      Psikologi dan sosiospiritual ibu
            Dikaji untuk mengetahui bagaiman penerimaan ibu terhadap kehamilannya.Dikaji pula apakah pihak keluarga mendukung kehamilan ibu, bagaiman hubungan ibu dengan keluarga dan masyarakat sekitar, apakah ibu mempunyai hewan peliharaan, karena hewan peliharaan dapat menyebabkan penyakit TORCH pada ibu hamil yang dapat mengancam janin yang dikandungnya.
b.      Data objektif
1)      Pemeriksaan umum, meliputi :
a)   Keadaan umum
        Dikaji pada saat pertama kali pasien datang.Lihat apakah pasien tampak baik atau tampak lemah dan pucat.Hal ini penting untuk mengetahui bila ibu mengalami anemia yang merupakan komplikasi tersering dari kehamilan.
b)  Tanda-tanda vital (Vital sign)
Vital sign terpenting yang harus selalu dikaji, yaitu:
(1)      Tekanan darah
             Tekanan darah pada ibu hamil perlu dikaji secara teratur untuk mengetahui bila ibu mengalami preeklamsia terutama selama trimester II dan III.Waspadai bila tekanan darah sistolik ibu > 140 mmHg dan diastolic > 90 mmHg.


(2)       Berat badan
            Kenaikan berat badan yang normal pada ibu hamil yaitu 6,5 kg – 16,5 kg selama hamil.
2)      Status present
a)      Kepala                   :
     Untuk observasi bentuk, benjolan, infeksi pada kepala.Palpasi bila tampak benjolan untuk mengetahui besar, bentuk, kekenyalan dan mobilitasnya.
b)      Rambut                 :
     Untuk mengetahui keadaan rambut, seperti hitam, lebat, tidak berbau, tidak berketombe.
c)      Muka                     :
     Untuk mengetahui bentuk muka lonjong atau bulat, ada atau tidak ada kelainan.
d)     Mata                      :
     Untuk mengetahui mata simetris atau tidak, apakah terjadi anemia atau tidak pada conjungtiva, sklera ikterik atau tidak.
e)      Hidung                  :
      Untuk mengetahui kebersihan, ada atau tidak ada polip atau secret.
f)       Telinga                  :
     Untuk mengetahui kebersihan, ada  atau tidak ada serumen di telinga.
g)      Mulut                    :
     Untuk mengetahui kebersihan dan keadaan konstruksi gigi apakah terjadi kekeroposan atau tidak dimana hal ini menjadi indikasi adanya kekurangan kalsium atau tidak, ada stomatitis atau tidak.
h)      Leher                     :
     Untuk mengetahui ada atau tidak ada pembesaran kelenjar getah bening, ada atau tidaknya struma atau kelenjar gondok, dan ada atau tidaknya pembesaran vena jugularis.
i)        Dada                     :
     Observasi bentuk thorak.Misal, apakah kifosis atau tidak.
j)        Payudara               :
     Observasi dilakukan untuk mengetahui bentuk payudara.Palpasi dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya benjolan, rasa sakit (oleh karena adanya infeksi).
k)      Aksila                    :
     Observasi dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya benjolan.Palpasi dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya rasa sakit dan tumor.
l)        Abdomen              :
     Untuk mengetahui bentuk abdomen membujur / melintang.Ada tidaknya bekas operasi.
m)    Pinggang               :
     Untuk mengetahui adanya nyeri tekan pada daerah ginjal.
n)      Punggung              :
     Untuk mengetahui bentuk tulang punggung, misal apakah lordosis atau tidak.
o)      Anus                      :
     Untuk mengetahui ada atau tidak ada hemoroid.
p)      Genetalia               :
     Untuk mengetahui kebersihan genetalia, adanya keputihan atau tidak.
q)      Ekstremitas           :
Atas         : Obeservasi keadaan tangan terutama kelengkapan
                 jari tangan, kuku pucat atau sianosis, oedem atau
                 tidak.
Bawah     :  Obeservasi keadaan kaki terutama kelengkapan
                 jari tangan, kuku pucat atau sianosis, oedem atau
                 tidak, adanya varises atau tidak.
r)       Kulit                      :
     Observasi kelembaban kulit ibu dengan kembalinya turgor kulit.
3)      Pemeriksaan obstetri
a)      Inspeksi
(1)   Muka
            Dikaji apakah ada chlosma gravidarum, apakah ada oedema muka, terutama pada trimester II dan III yang dapat mengarah pada preeklamsia, terutama bila tekanan darah ibu tinggi.
(2)   Dada
            Kaji mammae ibu dan kesiapan masa laktasi yang meliputi bagaimana bentuk putting susunya, pigmentasi pada areola mammae dan putting, bentu payudara serta apakah kolostrum sudah keluar atau belum.
(3)   Abdomen
            Lihat apakah ada linea nigra dan striae. Biasanya pada kehamilan kembar, striae akan sangat jelas terlihat karena peregangan dari kulit perut akibat perbesaran perut ibu.
(4)   Vulva
            Kaji apakah ada oedema, varises dan kondiloma yang nantinya dapat mengganggu proses persalinan pervaginam, karena varises dapat pecah saat persalinan dan menimbulkan perdarahan.
b)      Palpasi leopold
(1)     LI      : Pada leopold I dikaji bagian janin apakah yang ada pada fundus uteri, apakah kepala (bulat keras) atau bokong janin (bulat lunak). Pada kehamilan kembar dapat teraba dua bagian besar janin pada fundus uteri. Tetapi bila kehamilan masih dalam Trimester I dan awal Trimester II, leopold I hanya untuk mengetahui adanya  ballottement.
(2)     LII     : Leopold II ini efektif digunakan bila umur kehamilan sudah menginjak usia 6 bulan, karena bagian-bagian janin sudah mulai dapat dibedakan. Leopold II ini dilakukan untuk mengetahui dimanakah letak punggung janin yang ditandai dengan terabanya bagian panjang, keras, danada tahanan dan juga untuk mengetahui dimanakah letak ekstremitas janin yang dtandai dengan terabanya bagian-bagian kecil.
(3)     LIII   : Dilakukan untuk mengetahui bagian terbawah janin, yaitu bulat lunak/bulat keras. Masih bisa digoyangkan atau tidak.
(4)     LIV   : Dilakukan untuk mengetahui apakah bagian bawah janin sudah masuk PAP atau belum. Apabila posisi tangan difergen berarti bagian bawah janin sudah masuk PAP dan konvergen apabila bagian bawah janin belum masuk PAP.
c)      Auskultasi
      Mendengarkan DJJ menggunakan linex ataupun doppler. DJJ normal 120 – 160 x / menit.
4)      Data penunjang
a)      Pemeriksaan dalam
      Dilakukan untuk mengetahui ukuran panggul dalam ibu dan kemungkinan jalan lahir dapat dilewati oleh janin.
Ukuran panggul luar :
(1)   Distansia spinarum : 23 – 26 cm
(2)   Distansia kristarum : 26 – 29 cm
(3)   Lingkar panggul : 80 – 90 cm
(4)   Conjugata eksterna : 18 – 20 cm
b)      Pemeriksaan Hb
      Pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan keadaan hemoglobin ibu dalam darah dan apakah ada anemia.Kadar Hb ibu hamil normal yaitu 11 gr / dl.
c)      Pemeriksaan protein urine
      Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui adanya protein dalam urine. Adanya protein dalam urine, menunjukkan ibu mengalami preeklamsia.
d)     Pemeriksaan USG
      Pemeriksaan ini dilakukan untuk menegakkan diagnosis kehamilan normal.
2.      Langkah II      : Identifikasi masalah diagnosa dan kebutuhan (intrepretasi data)
         Dalam langkah ini data dasar yang sudah dikumpulkan diinterpretasikan menjadi diagnose spesifik yang sudah diidentifikasi. Interpretasi data diambil berdasarkan data – data yang telah dikumpulkan pada langkah pengkajian.Susunan interpretasi data, mengacu pada diagnosa.Diagnosa yang dapat ditegakkan adalah gravida, para, abortus, umur ibu, umur kehamilan dan keadaan janin (jumlah, presentasi dan letak janin).Pada kasus ini diagnosa yang dapat ditegakkan adalah gravida, para, abortus, umur ibu, umur kehamilan dengan kehamilan normal.
Dasar – dasar dari diagnosa tersebut adalah :
a.       Pernyataan klien tentang jumlah kehamilan yang dialaminya.
b.      Pernyataan klien tentang jumlah persalinan yang dialaminya.
c.       Pernyataan klien tentang jumlah abortus yang dialaminya.
d.      Pernyataan klien tentang umurnya.
e.       Pernyataan klien tentang HPHT.
f.       Hasil palpasi Leopold I, yaitu hasil pengukuran TFU.
g.      Hasil palpasi Leopold II, teraba satu bagian besar janin dan bagian – bagian kecil janin.
h.      Hasil palpasi Leopold III, yaitu teraba bagian terendah janin.
i.        Hasil palpasi Leopold IV, yaitu diketahui apakah bagian terendah janin sudah masuk PAP atau belum.
j.        Denyut jantung janin pada auskultasi.
3.      Langkah III     : Identifikasi diagnosa atau masalah potensial
         Langkah ke- 3 ini dibuat berdasarkan keadaan ibu yang mungkin terjadi yang dapat diketahui dari pemeriksaan objektif dan data penunjang serta yang membutuhkan tindakan antisipasi.
4.      Langkah IV     : Identifikasi kebutuhan yang membutuhkan penanganan segera (antisipasi)
         Langkah ke- 4 ini akan muncul bila langkah ketiga muncul. Langkah ini berupa tindakan yang harus segera bidan lakukan maupun berkolaborasi dengan tenaga kesehatan yang lebih kompeten karena adanya diagnose potensial.
5.      Langkah V      : Merencanakan asuhan yang menyeluruh
         Langkah ini merupakan lanjutan dari diagnosa yang telah diidentifikasi. Rencana asuhan yang akan diberikan harus menyeluruh. Tidak hanya meliputi apa yang sudah terlihat dari kondisi klien atau masalah yang berkaitan tetapi juga tentang perkiraan atau kemungkinan yang akan terjadi berikutnya.
6.      Langkah VI     : Pelaksanaan perencanaan
         Setiap rencana yang telah dibuat oleh bidan dilaksanakan dalam langkah ini. Caranya dengan memberitahu klien tentang apa saja yang harus klien lakukan berkaitan dengan kehamilannya serta anjuran – anjuran apa saja yang harus dilaksanakan oleh klien. Bidan dalam hal ini tetap memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan pelaksanaannya.Pelaksanaan perencanaan juga dapat dilakukan secara kolaborasi apabila bidan tidak mempunyai kewenangan dalam menangani hal – hal yang tidak normal atau patologi.
7.      Langkah VII   : Evaluasi
            Langkah VII ini untuk mengevaluasi hasil pelaksanaan asuhan kebidanan sesuai dengan diagnosa yang telah diidentifikasi. Apabila dalam pelaksanaannya belum efektif, maka akan berpengaruh pula terhadap kegiatan evaluasinya sehingga perlu mengulang kembali dari awal setiap asuhan yang akan diberikan.



BAB II
TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NORMAL
Ny S UMUR 26 TAHUN G1P0A0 HAMIL 38 MINGGU 5 HARI
DI BPM NY. RIYANTI ACHWAN Amd.Keb
BUGEN BANGETAYU SEMARANG


Tempat Praktek   : Bidan Riyanti Amd.Keb     Nama Mahasiswa : Lina Fathma
Tanggal Masuk    : 27 Juni 2014                        Tingkat/Semester : II/IV

I.              PENGKAJIAN
A.     Data Subyektif
Identitas/ Biodata
Nomer RM                             :
Nama Ibu                               : Ny S                       Nama Suami   : Tn. M
Umur                                      : 26 tahun                  Umur             : 29 tahun
Pendidikan                             : SMA                       Pendidikan    : SMA
Pekerjaan/ Penghasilan          : Swasta                     Pekerjaan      : Swasta
Suku/ Bangsa                         : Jawa/Indonesia       Suku/bangsa  : Jawa/Indonesia
Agama                                   : Islam                       Agama           : Islam  
Alamat                                   : Tlogosari wetan Rt 10 Rw 03 Pedurungan Semarang


Anamnesa pada tanggal 27  Juli 2014 pukul  18.30 WIB
1.    Alasan datang    : Ibu mengatakan ingin kontrol ulang kehamilan
2.    Keluhan Utama  : Ibu menyatakan kenceng – kenceng sejak tadi siang pada pukul 12.00 WIB
3.    Riwayat Kesehatan :
a.        Riwayat kesehatan sekarang
Ibu menyatakan tidak sedang menderita penyakit menular ( HIV/AIDS, TBC, hepatitis), menurun (DM,hipertensi, asma), menahun (jantung, ginjal)
b.       Riwayat kesehatan yang lalu
Ibu menyatakan bahwa tidak pernah menderita penyakit menular seperti (HIV/AIDS, TBC, hepatitis) menurun seperti ( hipertensi, DM,Asma) dan menahun seperti (jantung , ginjal)
c.        Riwayat kesehatan keluarga  
16
Ibu menyatakan bahwa dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit menular ( HIV/AIDS,TBC, hepatitis), menurun ( DM, hipertensi), menahun ( jantung, ginjal)
4.    Riwayat perkawinan :

a.        Umur waktu menikah : 24 tahun
b.       Lama : 2 tahun
c.        Perkawinan ke : 1
d.       Jumlah anak: -

5.    Riwayat menstruasi :
a.        Menarche : 12 tahun          Siklus               : ± 28 hari
b.       Lama        : ±7 hari            Jumlah             : 2-3 x /ganti pembalut
c.        Warna      : Merah              keluhan            : tidak ada

6.        Riwayat kehamilan sekarang :
a.    HPHT                            : 01-10-2013                     HPL: 08-07-2014
b.   Haid bulan sebelumnya : september                       Lama: ±7 hari
c.    Siklus                             : ±28 hari
d.   ANC                              : teratur, 8x di Bidan
e.    Imunisasi TT                  : 2x di Bidan
f.    Keluhan selama hamil  :
TM I    : Mual, muntah , Therapy :B 6 2X1
TM II  : tidak ada keluhan
TM III : tidak ada keluhan
g.   Pergerakan janin selama 24 jam terahir : aktif ± 10 kali
h.   BB sebelum hamil        : 50 kg
7.        Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu :
Hamil Ke
Penyulit/
komplikasi
Tgl Lahir Anak
Jenis Kelamin Anak
Jenis Persalinan
Penyulit / komplikasi
Penolong
BB lahir
Keadaan Anak
Nifas
1
Hamil ini

-
-
-
-
-
-
-
-

8.        Riwayat KB :
Jenis
Lama penggunaan
Keluhan
Alasan berhenti
Dahulu : -
Rencana: belum tahu
-
-
-

9.        Pola Pemenuhan Kebutuhan Sehari-hari :
Kebutuhan
Sebelum hamil
Selama hamil
Keluhan
Nutrisi :
§  Makan

§  Minum

3x/hari ( nasi, sayur, lauk)
Ibu minum setiap saat ketika ibu merasa haus

3x/hari ( nasi, sayur, lauk, buah – buahan )
± 8 gelas ( air putih, susu)

Malas makan pada trimester 1
Eliminasi :
§  BAK
§  BAB

4 – 5 x /hari, jernih
1x /hari, teratur

4 – 6 x /hari, jernih
2 hari sekali

-
-
Istirahat
7 – 8 jam /hari
Siang 2 jam, malam 8 jam
-
Aktifitas
Ibu melakukan aktifitas rumah tangga
Ibu melakukan aktifitas rumah tangga
-
Personal Hygiene
Mandi 2x /hari, gosok gigi 2x /hari,kramas 2 hari sekali, ganti celana dalam 2x /hari
Mandi 2x /hari, gosok gigi 2x /hari,kramas 2 hari sekali, ganti celana dalam 2x /hari
-
Rekreasi
Kadang – kadang
Kadang – kadang
-
Pola seksual
2 – 3 x /minggu
1 x /minggu
-

10.    Data Psikologis :
Ibu menyatakan bahwa ibu dan keluarganya menerima dan merasa senang dengan kehamilannya.
11.    Data Sosial, ekonomi, budaya :
a.        Hewan peliharaan  : ibu  menyatakan tidak memiliki hewan peliharaan.
b.       Lingkungan  :  ibu menyatakan lingkungan rumahnya bersih, nyaman dan tidak kumuh.
c.        Hubungan dengan suami dan/ keluarga :  ibu menyatankan hubungannya dengan keluarga dan suami harmonis, saling menyayangi dan menerima kehadiran bayinya
d.       Adat istiadat : ibu menyakan tidak ada pantangan adat istiadat dalam pengambilan keputusan
e.        Pengambilan keputusan : keluarga terutama suami
f.        Penghasilan  : cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga
12.     Data Spiritual : ibu menyatakan beragama islam menjalankan sholat 5 waktu sesuai dengan kepercayaannya
13.    Pengetahuan Ibu :
a.        Tentang kehamilan  : ibu mengatakan sudah mengetahui tentang kehamilannya dan mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan seperti: (ketuban pecah sebelum waktunya, gerakan janin berkurang, oedema, dll)
b.       Tentang senam hamil  :  ibu mengetahui tentang senam hamil tetapi ibu tidak melakukannya
d.    Tentang persiapan persalinan  : ibu sudah mempersiapkan persalinan seperti peralatan bayi

B.      Data Obyektif
1.    Pemeriksaan umum
a.        Keadaan Umum     : Baik
b.       Kesadaran              :  Composmenthis
c.        Status emosional    :  Stabil
d.       Tanda vital          
1)       Tensi                : 110/70 mmHg     BB sebelum    : 50 kg           
2)       Nadi                : 84x/ menit            BB sekarang  : 59 kg
3)       RR                   : 20x/ menit           TB                 : 146 cm
4)       Suhu                : 36,2º C                Lila                : 30  cm
e.        Status present
1)      Kepala  : Mesochepal
a)       Rambut : bersih, distribusi merata, tidak rontok dan kulit kepala tidak ketombe
b)       Muka    :   tidak ada oedema, tidak pucat
c)       Mata     :   conjungtiva   tidak anemis, sklera tidak ikterik
d)      Hidung     :  bersih, tidak ada polip
e)       Telinga  :  tidak ada serumen, simetris
f)        Mulut    :  tidak ada caries dentis, tidak stomatitis, gusi tidak berdarah, lidah bersih dan gigi tidak berlubang
2)   Leher        :  tidak ada pembesaran kelenjar tyroid , kelenjar limfe dan vena jugularis
3)   Dada           : simetris, tidak ada retraksi dinding dada
4)   Mammae  :  simetris, tidak ada benjolan abnormal
5)   Perut            :  tidak ada pembesaran hati dan limfa, tidak ada bekas oprasi
6)   Pinggang  : tidak ada nyeri tekan pada daerah  ginjal, dan abdomen
7)   Punggung : tulang belakang lordosis oleh karena kehamilan
8)   Genetalia  :  bersih, tidak ada varises
9)   Anus            : tidak ada hemoroid
10)     Ekstremitas
a)      Atas      : tidak ada varises, tidak oedema, tidak pucat, tugor baik, jari – jari lengkap.
b)      Bawah :  tidak pucat, tidak ada nyeri tekan, tidak oedema, tidak sianosis, tidak ada varises, turgor cepat kembali, jari lengkap
2.    Pemeriksaan Obstetri
a.        Inspeksi          
1)       Wajah/muka   :  Tidak ada cloasma gravidarum, tidak bengkak.
2)       Mammae         :  Simetris, kelenjar Montgomery membesar, putting verted, areola hiperpigmentasi, kolostrum belum keluar, tidak ada benjolan abnormal
3)       Abdomen       :  Nampak linea nigra dan strie, pembesaran sesuai usia kehamilan.
4)       Genetalia        : tidak ada albus
b.       Palpasi            
1)       Leopold I       :  TFU 2 jari dibawah PX, bagian fundus teraba lunak, bulat, tidak ada lentingan yaitu bokong. TFU : 31 cm
2)       Leopold II      :  bagian kanan perut ibu teraba bagian kecil-kecil yaitu ekstremitas janin, sedangkan bagian perut kiri teraba keras memanjang , ada  tahanan yaitu punggung janin
3)       Leopold III    :  bagian bawah janin teraba bulat keras ada lentingan dan tidak bisa di goyang yaitu kepala
4)       Leopold IV    :  kepala sudah masuk PAP ( devergen)
c.        Mc. Donald                        : 31 cm
                               : TBJ :  (31-11)x155 : 3000 gram
d.       Auskultasi
DJJ             :
                   Frekuensi       : 140 kali/menit
                   Irama             : teratur
                   Interval          : 12-12-12
e.        Perkusi (reflek patella)       :  (+/+)
f.        Periksa Dalam : tidak dilakukan
g.       UPL :
                     Distansia spinarum    : 25 cm
                     Distansia cristarum    : 27 cm
                     Conjugata externa     : 19 cm
                     Lingkar panggul        : 85 cm
3.    Pemeriksaan Penunjang/ laboratorium
a.          Protein urine  : Negatif
b.         HB                  : 11,5

II.               INTERPRETASI DATA DASAR
Ny S umur 26 tahun G1P0A0 usia kehamilan 38 minggu 5 hari janin tunggal hidup intra uterin letak membujur presentasi kepala sudah masuk PAP Ʉ puki
Dasar :
DS :
a.        Ibu menyatakan bernama ny. S dan berumur 26 tahun
b.      Ibu menyatakan hamil yang pertama, belum pernah keguguran
c.       Ibu menyatakan HPHT 01 – 10 – 2013
d.      Ibu menyatakan merasakan gerakan janin yang aktif    
             DO :
a.       KU                  :  Baik
b.      Kesadaran       : composmentis
c.       Leopold I        :  TFU 2 jari di bawah PX, bagian fundus teraba lunak, bulat, tidak ada lentingan yaitu bokong, TFU : 31 cm
d.      Leopold II      :  bagian kanan perut ibu teraba bagian kecil-kecil yaitu ekstremitas janin, sedangkan bagian perut kiri teraba keras memanjang , ada  tahanan yaitu punggung janin.
e.       Leopold III     :  bagian bawah janin teraba bulat keras ada lentingan dan tidak bisa di goyang yaitu kepala
f.       Leopold IV     : kepala sudah masuk PAP ( devergen)
g.      Mc. Donald     : 31 cm
h.      TBJ                 : ( 31-11 ) x 155 : 3000 gr
i.        DJJ                  :
1)      Frekuensi         : 140 kali/menit
2)      Irama               : teratur
3)      Kontraksi        : kuat
4)      Interval            : 12-12-12


III.               IDENTIFIKASI MASALAH/ DIAGNOSA POTENSIAL
-
IV.               IDENTIFIKASI KEBUTUHAN TINDAKAN SEGERA
-
V.               PERENCANAAN
1.    Beritahu ibu tentang hasil pemeriksaan bahwa ibu dalam keadaan baik.
2.    Beritahukan pada ibu hasil pemeriksaan bahwa kehamilannya dalam keadaan baik, posisi janin normal dan sudah masuk panggul.
3.    Anjurkan ibu untuk banyak istirahat dan mengurangi aktifitas berat
4.    Beritahu ibu tentang bahaya kehiamilan trimester III dan anjurkan ibu untuk segera memeriksakan kandungannya ke tenaga kesehatan apabila mengalaminya
5.    Beritahu ibu untuk menyiapkan persalinan dan tanda-tanda persalinan seperti kenceng-kenceng sering semakin kuat, keluar air kawah, ada lendir darah dan dan menganjurkan ibu segera kembali  .
6.    Berikan therapy tablet B12 3x1 dan FE dengan dosis 1x1 dan ajarkan cara meminumnya.
7.    Anjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 1 minggu kemudian dan sewaktu – waktu apabila terdapat keluhan

VI.                   IMPLEMENTASI
1.    Memberitahu ibu tentang hasil pemeriksaan bahwa ibu dalam keadaan baik.
2.    Memberitahukan pada ibu hasil pemeriksaan bahwa kehamilannya dalam keadaan baik, posisi janin normal dan sudah masuk panggul
3.    Menganjurkan ibu untuk banyak istirahat dan mengurangi aktifitas berat seperti, menggendong, mengangkat benda – benda berat
4.    Memberi tahu ibu tentang tanda bahaya trimester III antara lain perdarahan pada jalan lahir dan pengeluarannya berbau busuk, bengkak pada ekstremitas, tekanan darah tinggi, pandangan kabur, nyeri kepala hebat, nyeri perut bagian bawah, serta  memberitahu ibu apabila mengalaminya untuk segera periksa ke tenaga kesehatan terdekat.
5.    Memberitahu ibu untuk menyiapkan persalinan dan tanda-tanda persalinan seperti kenceng-kenceng sering semakin kuat dan berlangsung lama, keluar air kawah, ada lendir darah dan beritahu ibu untuk segera menuju tempat persalinan yang aman yaitu bidan / dokter. Memberitahu ibu untuk persiapan persalinan yaitu, pakaian ibu dan bayi, uang, kesiapan fisik dan mental, pendamping persalinan, donor darah, transportasi
6.    Memberikan ibu tablet B12 3x1 pada pagi hari dan FE dengan dosis 1x1 diminum sebelum tidur dengan menggunakan air putih, tidak boleh menggunakan air teh, kopi ataupun susu karena akan menghambat dan menggangu penyerapan.
7.    Menganjurkan ibu untuk kunjungan ulang 1 minggu kemudian dan sewaktu – waktu apabila terdapat keluhan

VII.                   EVALUASI                                                                                 
1.        Ibu mengetahui tentang kondisinya saat ini
2.        ibu mengetahui bahwa kehamilannya dalam keadaan baik
3.       ibu bersedia untuk beristirahat yang cukup dan mengurangi aktifitas yang berat
4.       Ibu sudah mengetahui tanda bahaya trimester III dan bersedia periksa ke tenaga kesehatan terdekat apabila mengalaminya
5.       ibu sudah mempersiapkan persalinannya dan sudah mengetahui tanda – tanda persalinan dan bersedia kembali lagi apabila sudah akan mendapat tanda – tanda tersebut
6.       ibu sudah mendapat tablet B12 dan FE dan sudah mengetahui dosis serta cara meminumnya
7.       ibu bersedia kunjungan ulang 1 minggu kemudian dan apabila sewaktu – waktu terdapat keluhan

2 komentar:

Unknown mengatakan...

assalammualaikum, Maaf mba boleh minta sumbernya gak dari Implementasi Manajemen Kebidanan Varney?

Yurischa Nuzulul mengatakan...

Boleh minta sumber?

Posting Komentar

 
Copyright (c) 2010 Midwife Putry salju. Design by WPThemes Expert

Themes By Buy My Themes and Direct Line Insurance.