Senin, 17 Desember 2012



MAKALAH KONSEP KEBIDANAN
GIZI BALITA
                              Dosen Pengampu: Sri Mularsih, S. SiT

Disusun oleh:
Lina fathma         (121150)

AKADEMI KEBIDANAN ABDI HUSADA SEMARANG
Tahun ajaran 2012 / 2013

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmatNya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah konsep kebidanan dengan lancar dan tepat pada waktunya.
Kedua kalinya sholawat serta salam tetap tercurahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW yang telah mengarahkan kita kepada agama yang diridhoi Allah SWT yakni agama Islam.
Namun saya yakin tanpa adanya bimbingan, dorongan, motivasi dan do’a, makalah  ini tidak akan terwujud.
Ucapan terimakasih saya sampaikan kepada :
  1. Dra. Tatik Indrawati, S.SiT, M.Kes, Direktur Akademi Kebidanan Abdi Husada Semarang.
  2. Sri Mularsih S. SiT selaku dosen pengampu mata kuliah konsep kebidanan
  3. Kedua orangtua saya H. Bahrul ulum dan Hj latifatun chasanah yang saya cintai
  4. Titik kurniawati S.SiT selaku dosen wali kelas 1B
  5. Alim perdana putra yang saya sayangi
  6. Seluruh Dosen Dan Staff  Karyawan Akademi Kebidanan Abdi Husada Semarang.
  7. Seluruh Mahasiswa Akademi Kebidanan Abdi Husada Semarang

Selain itu ucapan terima kasih saya kepada yang terhormat. Akhir kata untuk menyempurnakan makalah ini, saya mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun, sehingga makalah ini dapat berguna bagi para pembaca baik dimasa sekarang maupun di masa yang akan datang.

Semarang,    Desember 2012

       Lina fathma

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I : PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
B.     Tujuan
C.     Rumusan masalah
D.    Metode penulisan
E.     Manfaat
BAB II : LANDASAN TEORI
BAB III: PEMBAHASAN
BAB IV: PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.     Saran
C.     Penutup
DAFTAR PUSTAKA




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Konsumsi gizi yang baik dan cukup seringkali tidak bisa dipenuhi oleh seorang anak karena faktor eksternal maupun internal. Faktor eksternal menyangkut pola asuh keluarga, budaya keluarga, kesehatan lingkungan dan keterbatasan ekonomi keluarga sehingga uang yang tersedia tidak cukup untuk membeli makanan. Sedangkan faktor internal adalah faktor yang terdapat didalam diri anak yang secara psikologis muncul sebagai problema makan pada anak.
Anak balita memang sudah bisa makan apa saja seperti halnya orang dewasa, tetapi merekapun bisa menolak bila makanan yang disajikan tidak memenuhi selera mereka. Intake gizi yang baik berperan penting di dalam mencapai pertumbuhan badan yang optimal. Dan pertumbuhan badan yang optimal ini mencakup pula pertumbuhan otak yang sangat menentukan kecerdasan seseorang.
Gizi termasuk elemen yang terdapat dalam makanan dan dapat dimanfaatkan secara langsung oleh tubuh seperti halnya karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Gizi yang seimbang dibutuhkan oleh tubuh, terlebih pada balita yang masih dalam masa pertumbuhan. Dimasa tumbuh kembang balita yang berlangsung secara cepat dibutuhkan makanan dengan kualitas dan kuantitas yang tepat dan seimbang.
Faktor yang paling terlihat pada lingkungan masyarakat adalah kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi-gizi yang harus dipenuhi anak pada masa pertumbuhan. Ibu biasanya justru membelikan makanan yang enak kepada anaknya tanpa tahu apakah makanan tersebut mengandung gizi-gizi yang cukup atau tidak, dan tidak mengimbanginya dengan makanan sehat yang mengandung banyak gizi.
Bidan sebagai pelaksana, adalah profesi yang tugasnya merupakan pengaplikasian ilmu secara langsung dalam bentuk pelayanan kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya bidan selalu menerapkan manajemen.
Bidan memiliki tiga kategori tugas yaitu tugas mandiri, tugas kolaborasi, dan tugas ketergantungan atau merujuk. Tugas kolaborasi (kerjasama) yaitu tugas yang dilakukan oleh bidan sebagai anggota tim yang kegiatannya dilakukan secara bersama-sama atau sebagai salah satu urutan dalam proses kegiatan pelayanan kesehatan. Tugas kolaborasi dapat dilakukan dengan teman sejawat atau lintas sektoral mapun sengan dokter Obgin.
Tugas Kolaborasi (kerja sama) bidan, diantaranya menberikan pelayanan kebidanan pada balita dengan melibatkan klien/keluarga. Dan fungsi bidan sebagai pelaksana diantaranya yaitu melakukan pelayanan kesehatan pada anak balita dan pascasekolah



B.     Tujuan
Untuk mengetahui peran bidan sebagai pelaksana dalam kategori tugas kalaborasi atau kerjasama dalam memberikan pelayanan asuhan gizi pada balita

C.     Rumusan masalah
Bagaimanakah peran bidan sebagai pelaksana dalam kategori tugas kalaborasi atau kerjasama dalam memberikan pelayanan asuhan gizi pada balita?

D.    Metode
Metode yang digunakan penulis dalam penyusunan makalah ini adalah pengumpulan data dari berbagai sumber yaitu browsing internet dan study pustaka

E.     Manfaat
Setelah membaca makalah ini diharap pembaca mengetahui bagaimana peran seorang bidan dalam menjalankan tugas sebagai pelaksana dalam kalaborasi atau kerjasama dalam memberikan pelayanan gizi pada balita dan dapat menjadi referensi untuk meningkatkan mutu kesehatan balita, serta mengetahui gizi yang seharusnya didapatkan balita.
BAB II
LANDASAN TEORI
  1. Pengertian Bidan
Bidan (midwife/pendamping istri) berasal dari bahasa Sansekerta ”Wirdhan” yang artinya wanita bijaksana. Bidan merupakan profesi yang diakui secara nasional maupun internasional dengan sejumlah praktisi di seluruh dunia. Pengertian bidan dan bidang prakteknya secara internasional telah diakui oleh Internasional Confederation of  Midwives (ICM) tahun 1972 dan Internasional Federation of Internasional Gynaecologist and Obstetritian (FIGO) tahun 1973, WHO dan badan lainnya. Pada tahun 1990 pada Pertemuan Dewan di Kobe, ICM menyempurnakan definisi tersebut yang kemdian disahkan oleh FIGO (1991) dan WHO (1992).
Bidan adalah seseorang yang telah menyelesaikan Program Pendidikan Bidan yang diakui oleh Negara serta memperoleh kualifikasi dan diberi izin untuk menjalankan praktek kebidanan di Negara itu. Dia harus mampu memberikan supervisi, asuhan dan memberikan nasehat yang di butuhkan kepada wanita selama masa hamil, persalinan dan masa pasca persalinan ( post partum period), memimpin persalinan atas tanggung jawabnya sendiri. Serta asuhan pada bayi baru lahir dan anak. (50 tahun IBI )


  1. Peran Bidan
Dalam melaksanakan profesinya bidan memiliki peran sebagai pelaksana, pengelola, pendidik, dan peneliti

1.      Peran Sebagai Pelaksana
Sebagai pelaksana, bidan memiliki tiga kategori tugas, yaitu tugas mandiri, tugas kolaborasi, dan tugas ketergantungan.

A.           Tugas Mandiri bidan yaitu :
v     Menetapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan yang diberikan
v     Memberi pelayanan dasar pranikah pada anak remaja dan dengan melibatkan mereka sebagai klien.
v     Memberi asuhan kebidanan kepada klien selama kehamilan normal
v     Memberi asuhan kebidanan kepada klien dalam masa persalinar dengan melibatkan klien/keluarga
v     Memberi asuhan kebidanan pada bayi baru lahir
v     Memberi asuhan kebidanan pada klien dalam masa nifas dengan melibatkan klien/keluarga,
v     Memberi asuhan kebidanan pada wanita usia subur yang membutuhkan pelayanan keluarga berencana
v     Memberi asuhan kebidanan pada wanita dengan gangguan sistem reproduksi dan wanita dalam masa klimakterium serta menopause
v     Memberi asuhan kebidanan pada bayi dan balita dengan melibatkan keluarga

B.           Tugas Kolaborasi (kerja sama) bidan, yaitu :

v     Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai fungsi kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga.
v     Memberi asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan risiko tinggi dan pertolongan pertama pada kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi.
v     Memberi asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan resiko tinggi serta keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga.
v     Memberi asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dengan risiko tinggi serta pertolongan pertama dalam keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi bersama klien dan keluarga.
v     Memberi asuhan kebidanan pada bay, baru lahir dengan risiko tinggi dan pertolongan pertama dalam keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi bersama klien dan keluarga.
v     Memberi asuhan kebidanan pada balita dengan risiko tinggi serta pertolongan pertama dalam keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi bersama klien dan keluarga.

C.  Tugas Ketergantungan (merujuk) bidan, yaitu :

v     Menerapkan manajamen kebidanan ,pada setiap asuhan kebidanan sesuai dengan fungsi keterlibatan klien dan keluarga.
v     Membeci asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada kasus kehamilan dengan risiko tinggi serta kegawatdaruratan.
v     Memberi asuhan kebidanan melalui konsultasi serta rujukan pada masa persalinan dengan penyulit tertentu dengan melibatkan klien dan keluarga.
v     Memberi asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada ibu dalam masa nifas yang disertai penyulit tertentu dan kegawatdaruratan dengan melibatkan klien dan keluarga.
v     Memberi asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan kelainan tertentu dan kegawatdaruratan yang memerlukan konsultasi serta rujukan dengan melibatkan keluarga.
v     Memberi asuhan kebidanan kepada anak balita dengan kelainan tertentu dan kegawatdaruratan yang memerlukan konsultasi serta rujukan dengan melibatkan klien/keluarga.

2.      Peran sebagai pengelola
Sebagai pengelola bidan memiliki 2 tugas, yaitu tugas pengembangan pelayanan dasar kesehatan dan tugas partisipasi dalam tim.

A.       Mengembangkan pelayanan dasar kesehatan

v     Bidan bertugas; mengembangkan pelayanan dasar kesehatan, terutama pelayanan kebnjanan untuk individu, keluarga kelompok khusus, dan masyarakat di wilayah kerja dengan melibatkan masyarakat/klien.

B.        Berpartisipasi dalam tim

v     Bidan berpartisipasi dalam tim untuk melaksanakan program kesehatan dan sektor lain di wilayah kerjanya melalui peningkatan kemampuan dukun bayi, kader kesehatan, serta tenaga kesehatan lain yang berada di bawah bimbingan dalam wilayah kerjanya.

3.      Peran Sebagai Pendidik
Sebagai pendidik bidan memiliki 2 tugas yaitu sebagai pendidik dan penyuluh kesehatan bagi klien serta pelatih dan pembimbing kader.

A.    Memberi pendidikan dan penyuluhan kesehatan pada klien

Bidan memberi pendidikan dan penyuluhan kesehatan kepada klien (individu, keluarga, kelompok, serta maryarakat) tentang penanggulangan masalah kesehatan, khususnya yang berhubungan dengan kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana.

B.     Melatih dan membimbing kader

Bidan melatih dan membimbing kader, peserta didik kebidanan dan keperawatan, serta membina dukun di wilayah atau tempat kerjanya.

4.      Peran Sebagai Peneliti/Investigator

Bidan melakukan investigasi atau penelitian terapan dalam bidang kesehatan baik secara mandiri maupun berkelompok.

C.                       Fungsi Bidan

Fungsi adalah kegunaan suatu hal, daya guna, jabatan ( pekerjaan ) yang dilakukan, kerja bagian tubuh ( tim media pena, 2002 : 117 )
Berdasarkan peran bidan seperti yang dikemukakan di atas, maka fungsi bidan adalah sebagai berikut.

1.      Fungsi bidan sebagai pelaksana mencakup :

·         Melakukan bimbingan dan penyuluhan kepada individu, keluarga, serta masyarakat (khususnya kaum remaja) pada masa praperkawinan.
·         Melakukan asuhan kebidanan untuk proses kehamilan normal, kehamilan dengan kasus patologis tertentu, dan kehamilan dengan risiko tinggi.
·         Menolong persalinan normal dan kasus persalinan patologis tertentu.
·         Merawat bayi segera setelah lahir normal dan bayi dengan risiko tinggi.
·         Melakukan asuhan kebidanan pada ibu nifas.
·         Memelihara kesehatan ibu dalam masa menyusui
·         Melakukan pelayanan kesehatan pada anak balita dan pcasekolah
·         Memberi pelayanan keluarga berencanasesuai dengan wewenangnya.
·         Memberi bimbingan dan pelayanan kesehatan untuk kasus gangguan sistem reproduksi, termasuk wanita pada masa klimakterium internal dan menopause sesuai dengan wewenangnya.

2.      Fungsi Pengelola, mencakup :

·         Mengembangkan konsep kegiatan pelayanan kebidanan bagi individu, keluarga, kelompok masyarakat, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat yang didukung oleh partisipasi masyarakat.
·         Menyusun rencana pelaksanaan pelayanan kebidanan di lingkungan unit kerjanya.
·         Memimpin koordinasi kegiatan pelayanan kebidanan.
·         Melakukan kerja sama, serta komunikasi inter dan antarsektor yang terkait dengan pelayanan kebidanan.
·         Memimpin evaluasi hasil kegiatan tim atau unit pelayanan kebidanan.



3.      Fungsi Pendidik, mencakup :
·         Memberi penyuluhan kepada individu, keluarga, dan kelompok masyarakat terkait dengan pelayanan kebidanan dalam lingkup kesehatan serta keluarga berencana.
·         Membimbing dan melatih dukun bayi serta kader kesetan sesuai dengan bidang tanggung jawab bidan.
·         Memberi bimbingan kepada para peserta didik bidan dalam kegiatan praktik di klinik dan di masyarakat.
·         Mendidik peserta didik bidan atau tenaga kesehatan lainnya sesuai dengan bidang keahliannya.

4.      Fungsi Peneliti, mancakup :
·         Melakukan evaluasi, pengkajian, survei, dan penelitian yang dilakukan sendiri atau berkelompok dalam lingkup pelayanan kebidanan.
·         Melakukan penelitian kesehatan keluarga dan keluarga berencana.


D.    GIZI BALITA

  1. Pengertian Gizi
Beberapa pengertian gizi menurut para ahli yaitu :
a.       Deswarni Idrus dan Gatot Kunanto (1990)
      Gizi (Nutrition) adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara  normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpangan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi.
b.      Harry Oxorn dan William R. Forte
Gizi meliputi pengertian yang luas, tidak hanya mengenai jenis-jenis pangan dan gunanya bagi badan melainkan juga mengenai cara-cara memperoleh serta mengolah dan mempertimbangkan agar kita tetap sehat
c.       Tuti Sunardi         
Gizi adalah sesuatu yang mempengaruhi proses perubahan semua jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh, yang dapat mempertahankan kehidupan
d.      Nirmala Devi
Gizi merupakan substansi yang diperoleh dari makanan dan digunakan untuk pertumbuhan, pemeliharaan, dan perbaikan jaringan tubuh 
e.       Chairinniza K. Graha
Gizi adalah unsur yang terkandung dalam makanan, dimana unsur-unsur itu dapat memberikan manfaat bagi tubuh yang mengkonsumsinya sehingga menjadi sehat
f.       Ida Purnomowati, Diana H, Cahyo S
Gizi adalah zat yang dibutuhkan oleh tubuh kita untuk pertumbuhan, mempertahankan dan memperbaiki jaringan tubuh, mengatur proses dalam tubuh, dan menyediakan energi bagi fungsi tubuh, atau bisa juga diartikan sebagai komponen pembangun tubuh manusia.
g.      Asep Kurnia Nenggala
Gizi merupakan zat hara dalam makanan yang bernilai dan diperlukan makhluk hidup untuk pertumbuhan, pemeliharaan, dan kegiatan hidupnya
h.      Lioni Ioni Ellis H
Gizi merupakan komponen penting yang diperlukan tubuh untuk tumbuh dan berkembang
i.        Joyce James, Colin Baker, Helen Swain
Gizi adalah komponen kimia dalam makanan yang digunakan oleh tubuh sebagai sumber energi dan membantu pertumbuhan, perbaikan, dan perawatan sel-sel tubuh 
j.        DR. I.K.G. Suandi, SpA
Gizi merupakan bagian dari proses kehidupan dan proses tumbuh kembang anak, sehingga pemenhhan kebutuhan gizi secara akurat turut menentukan kualitas tumbuh kembang, sebagai sumber daya manusia dimasa yang akan datang
Dari berbagai definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pengertian gizi adalah komponen kimia yang terdapat dalam zat makanan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk perkembangan dan pertumbuhan.

  1. Pengertian Status Gizi
Status gizi adalah suatu keadaan tubuh yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dengan kebutuhan.Keseimbangan tersebut dapat dilihat dari variabel pertumbuhan, yaitu berat badan, tinggi badan/panjang badan, lingkar kepala, lingkar lengan, dan panjang tungkai (Gibson, 1990).

  1. Pengertian Balita
Menurut situs pencarian wikipedia.org, pengertian balita adalah periode usia manusia setelah bayi sebelum anak awal, yaitu usia dua sampai lima tahun. Pada masa ini seorang anak sedang lucu-lucunya dan terjadi perubahan siklus dalam hidupnya seperti ia sudah dapat membaca keadaan, banyak bertanya sesuatu yang tidak ia ketahui, belajar berhitung, bermain dan mulai mengenali teman-temannya alias bersosialisasi, mengetahui benda, mengeja, berbicara lancar.
Dalam situs bookoopedia dijelaskan, pengertian balita adalah anak yang telah menginjak usia di atas satu tahun.  Atau dalam artian khusus anak yang berusia di bawah lima tahun. Pengertian balita ini juga ditunjang dengan dibutuhkannya pola makan yang cukup atau kecukupan gizi yang seimbang.

  1. Nutrisi Penting Pada Balita
Beberapa nutrisi penting yang sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi seperti :
a.       Vitamin A, D, E, K
Vitamin ini sangat vital bagi balita.Jadi, usahakan agar asupan vitamin ini terpenuhi setiap harinya.Seperti kita ketahui, vitamin A sangat baik untuk penglihatan dan kesehatan kulit balita.Sedangkan vitamin D berperaan penting dalam meningkatkan penyerapan kelsium serta membantu pertumbuhan tulang dan gigi.Serta vitamin E memiliki anti oksidan yang membantu pertumbuhan system syaraf dan pertumbuhan sel. Vitamin K berpengaruh dalam pembekuan darah.
b.      Kalsium
Mineral yang sangat dibutuhkan dalam pembentukan massa tulangnya. Kalsium sangat penting untuk membentuk tulang yang kuat sehingga balita terhindar dari patah tulang. Sumber kalsium yaitu : susu, keju, tahu, dll.
c.       Vitamin B dan C
Fungsi dari vitamin B antara lain meningkatkan system syaraf dan imun tubuh balita, meningkatkan pertumbuhan sel, serta mengatur metabolisme tubuh.Sementara vitamin C berfungsi untuk meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh balita serta mencegah sariawan.Sumber makanan yang banyak mengandung vitamin B antara lain beras merah, pisang, kacang-kacangan, ikan, daging dan telur.Sementara untuk memenuhi gizi balita dengan vitamin C dapat diperoleh dari tomat, kentang, stroberi, dll.
d.      Zat Besi
Balita sangat membutuhkan zat besi terutama untuk membantu perkembanga otaknya. Jika kebutuhan gizi balita akan zat besi tidak terpenuhi, kemungkinan ia akan mengalami kelambanan dalam ungsi kerja otak. Sumber makanam yang yang mengandung zat besi antara lain daging, ikan, brokoli, telur, bayamkedelai serta alpukat.

  1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Balita
Begitu banyak faktor-faktor yang dapat mempengaruhi status gizi balita diantaranya yaitu :
a.     Ketersediaan pangan ditingkat keluarga
Status gizi dipengaruhi oleh ketersediaan pangan ditingkat keluarga,hal ini sangat tergantung dari cukup tidaknya pangan yang dikonsumsi oleh setiap anggota keluarga untuk mencapai gizi baik dan hidup sehat (Depkes RI, 2004 : 19). Jika tidak cukup bias dipastikan konsumsi setiap anggota keluarga tidak terpenuhi (Depkes RI, 2002  : 13). Padahal makanan untukanak harus mengandung kualitas dan kuantitas cukup untuk menghasilkan kesehatan yang baik.
b.   Pola Asuh Keluarga
Pola asuh keluarga adalah pola pendidikan yang diberikan oleh orang tua terhadap anak-anaknya. Setiap anak membutuhkan cinta, perhatian, kasih saying yang akan berdampak pada perkembangan fisik, mental dan emosional. Pola asuh terhadap anak berpengaruh terhadap timbulnya masalah gizi. Perhatian yang cukup dan pola asuh yang tepat akan memberipengaruh yang besar dalam memperbaiki status gizi . Anak yang mendapat perhatian lebih, baik secara fisik maupun emosional misalnya selalu mendapat senyuman, mendapat respon ketika berceloteh, mendapat ASI dan makanan yang seimbang maka keadaan gizinya lebih baik dibandingkan dengan teman sebayanya yang kurang mendapatkan perhatian orang tuanya.
c.    Kesehatan Lingkungan
Masalah gizi timbul tidak hanya kerena dipengaruhi oleh ketidakseimbangan asupan makanan, tetapi juga dipengaruhi oleh penyakit infeksi.Masalah kesehatan lingkungan merupakan determinan penting dalam bidang kesehatan. Kesehatan lingkungan yang baik seperti penyediaanair bersih dan perilaku hidup bersih dan sehat akan mengurangi resiko kejadian penyakit infeksi. Sebaliknya lingkungan yang buruk seperti air minum tidak bersih, tidak ada saluran penampungan air limbah, tidak menggunakan kloset yang baik dapat menyebabkan penyebaran penyakit.Infeksi dapat menyebabkan kurangnya nafsu makan menjadi rendah dan akhirnya menyenankan kurang gizi.
d.   Pelayanan Kesehatan Dasar
Pemantauan pertumbuhan yang diikuti dengan tindak lanjut berupa konseling, terutama oleh petugas kesehatan berpengaruh pada pertumbuhan anak.Pemanfanan fasilitas kesehatan seperti penimbangan balita, pemberian suplemen kapsul vitamin A, penanganan diare dengan oralit serta imunisasi.
e.    Budaya Keluarga
Budaya berperan dalam sttus gizi masyarakat karena ada beberapa kepercayaan seperti tabu mengkonsumsi makanan tertentu oeh kelompok umur tertentu yang sebenarnya makanan tersebut justru bergizi dan dibutuhkan oleh kelompok umur tertentu. Unsure-unsur budaya mampu menciptakan suatu kebiasaan makan masyarakat yang kadang-kadang bertentangan dengan prinsip-prinsip ilmu gizi.Misalnya, seperti budaya yang memprioritaskan anggota keluarga untuk mengkonsumsi hidangan keluarga yang telah disiapkan yaitu umumnya kepala keluarga.Apabila keadaan tersebut berlangsung lama dapat berakibat timbulnya masalah gizi kurang terutama pada golongan rawan gizi seperti ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan anak balita.
f.    Social Ekonomi
Banyaknya anak balita yang kurang gizi dan gizi buruk disejumlah wiayah ditanah air disebabkan ketidaktahuan orang tua akan pentingnya gizi seimbang bagi anak balita yang pada umumnya disebabkan pendidikan orang tua yang rendah serta factor kemiskinan. Kurangnya asupan gizi bias disebabkan oleh terbatasnya jumlah makanan yang dikonsumsi atau makanannya tidak memenuhi unsure gizi yang dibutuhkan dengan alasan social ekonomi yaitu kemiskinan.

g.   Tingkat Pengetahuan Dan Pendidikan
Permasalahan kurang gizi tidak hanya menggambarkan masalah kesehatan saj, tetapi lebih jauh mencerminkan kesejahteraan rakyat termasuk pendidikan dan pengetahuan masyarakat. Tingkat pendidikan akan mempengaruhi pengetahuan seseorang sehingga berpandangan luas, berfikir dan bertindak rasional.

  1. Penilaian dan Standar atau Alat Ukur Standar Gizi
Penilaian status gizi dapat dilakukan dengan pengukuran langsung maupun tidak langsung. Penilaian status gizi secara langsung seperti :
a.       Klinis
Metode ini didsarkan atas perubahan yang terjadi dihubungkan dengan ketidakcukupan gizi.
b.      Biokimia
Metode ini menggunakan pemeriksaan specimen yang diuji secara laboratories
c.       Biofisik
Metode penentuan status gizi dengan melihat kemampuan fungsi dan melihat perubahan struktur dari jaringan.
d.      Antropometri
Antropometri merupakan pengukuran terhadap dimensi tubuh dan koposisi tubuh.Sebagai idikator unsure gizi dapat digunakan dalam memberikan indikasi tentang kondisi social ekonomi pendudukan dapat dilakukan dengan mengukur parameter.Kombinasi beberapa parameter disebut indeks antropometri.Indeks antropometri yang digunakan adalah berat badan menurut umur.
1.      Berat badan pada masa bayi balita, berat badan dpat dipergunakan untuk melihat laju pertumbuhan fisik maupun status gizi. Alat yang dapat memenuhi persyaratan dan kemudian dipilih dan dianjurkan untuk digunakan dalam penimbangan anak baita adalah dacin.
2.      Umur factor umum sangat penting dalam penentuan status gizi
Kesalahan penentuan dapat menyebabkan interpretasi status gizi yang salah.Cara menghitung umur yaitu dengan menentukan tanggal, hari, bulan dan tahun anak waktu lahir sehingga didapat umur anak.Bila kelebihan atau kekurangan hari sebanyak 16 hari sampai 30 hari dibulatkan 1 bulan.Bila kekurangan atau kelebihan 1 hari sampai 15 hari dibulatkan menjadi 0 bulan.
Selain itu, penilaian status gizi secara tidak langsung seperti :
1.      Survey konsumsi makanan
Metode penentuan status gizi dengan melihat jumlah dan jenis bahan makanan atau zat gizi yang dikonsusi
2.      Statistic vital
Menganalisis data beberapa statistic kesehatan
3.      Factor ekologi
Hasil interaksi beberapa factor fisik, biologis dan lingkungan budaya.
Menurut Menkes (2002) Klasifikasi Status Gizi Anak Balita dapat dilihat pada table berikut ini :
Klasifikasi Status Gizi Anak Balita
Indeks
Status Gizi
Ambang Batas
Berat Badan Menurut Umur (BB/U)
Gizi Lebih
>+2SD
Gizi Baik
>-2SD sampai +2SD
Gizi Kurang
< -2 SD sampai ≥ -3 SD
Gizi Buruk
< -3 SD
Tinggi Badan Menurut Umur (BB/U)
Nomal
≥ 2 SD
Pendek
< -2 SD
Berat Badan Menurut Tinggi Badan (BB/U)
Gemuk
>+2 SD
Normal
>-2 SD sampai +2 SD
Kurus
< -2 SD sampai ≥ -3 SD
Kurus Sekali
< -3 SD
                       
7.      Dampak Gizi Tidak Seimbang
a.       Dampak gizi lebih
Jika tidak teratasi akan berlanjut samai remaja dan dewasa, hal ini akan berdampak tingginya kejadian berbagai penyakit infeksi. Pada orag ewasa tampak dengan semakin meningkatnya penyakit degenerative seperti jantung kroner diabetes mellitus, hipertensi dan penyakit hati.
b.      Dampak gizi buruk
Gizi buruk akan mempengaruhi banyak organ dan system organ yang akan merusak system pertahanan tubuh terhadap mikroorganisme maupun pertahanan mekanik. Serta dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan mental serta penurunan IQ.Penuruna fungsi otak berpengaruh terhada kemampuan belajar, kemampuan anak berinteraksi dengan lingkungan dan perubahan kepribadian anak.
c.       Dampak Gizi Kurang Pertumbuhan Fisik Terlambat,
perkembangan mental dan kecerdasan terhambat, daya tahan anak akan menurun sehingga mudah terserang penyakit infeksi.

E.      PERAN BIDAN SEBAGAI PELAKSANA DALAM TUGAS KALABORASI GIZI BALITA

Adapun departemen yang berkecinampung di dalam upaya perbaikan gizi keluarga adalah departemen kesehatan, departemen pertanian, departemen agama, departemen dalam negri, badan koordinasi keluarga berencana nasional, dan departemen pendidikan nasional. Peran pemerintah dalam hal rujukan dan kalaborasi yaitu menetapkan suatu kebijakan dengan mengeluarkan instruksi presiden no.8 tahun 1999 tentang gerakan nasional penanggulangan masalah pangan dan gizi.
Dengan adanya instruksi ini setiap institusi diwajibkan saling bahu membahu mengatasi gizi nasional sehingga akan tewrcipta SDM yang lebih berkompeten dengan didukung oleh sumber gizi yang memadai hal yang penting. Usaha perbaikan gizi keluarga dan masyarakat yang telah direncanakan tidak mungkin akan tercapai tanpa partisipasi masyarakat sebagai objek gizi yang diterapkan.
Pelayanan kebidanan dalam memberikan asuhan kepada balita untuk memenuhi asupan gizi balita dengan melibatkan dan berkerja sama dengan keliarga agar tercukupi nutrisi dan kesehatan.
Dengan melalu program pos gizi bidan bekerja sama dengan tenaga medis, masyarakat setempat dan beberapa kader melakukan pemeriksaan gizi terhadap balita.
Untuk mendukung pemeriksaan dan pelayanan gizi tersebut, bidan dan tenga medis memberikan pengarahan gizi terhadap masyarakat setempat untuk menunjang pemeriksaan dan pelayanan gizi agar berkurangnya kurang gizi terhadap balita.  (buku ajar gizi untuk kebidanan )


BAB III
PEMBAHASAN
Di dalam praktik kalaborasi bidan, bidan berperan penting dalam pelayanan tersebut, karena bidan adalah seorang wanita yang diakui sebagai tenaga profesional dan menjadi mitra atau sahabat dan yang terdekat dengan wanita, wanita hamil, anak – anak, bayi dan balita, dengan memberikan asuhan agar tercapainya kesehatan dalam keluarga, agar tidak terjadi hal - hal yang tidak di inginkan seperti kurangnya gizi pada balita, gizi buruk pada balita. Dengan di bantu dan bekerja sama dengan tenaga medis lainnya.
Massa balita merupakan massa-massa dimana kita membutuhkan nutrisi yang banyak untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh kita.Untuk itu diperlukan berbagai makanan yang dapat melengkapi kecukupan terhadap vitamin-vitamin yang kita butuhkan.Seperti Vitamin A, D, E, K, Kalsium, Vitamin B dan C, serta Zat Besi.Seperti kita ketahui, vitamin A sangat baik untuk penglihatan dan kesehatan kulit balita.Sedangkan vitamin D berperaan penting dalam meningkatkan penyerapan kelsium serta membantu pertumbuhan tulang dan gigi.Serta vitamin E memiliki anti oksidan yang membantu pertumbuhan system syaraf dan pertumbuhan sel. Vitamin K berpengaruh dalam pembekuan darah, sedangkan Kalsium sangat penting untuk membentuk tulang yang kuat sehingga balita terhindar dari patah tulang. Sumber kalsium yaitu : susu, keju, tahu, dll. Vitamin B antara lain meningkatkan system syaraf dan imun tubuh balita, meningkatkan pertumbuhan sel, serta mengatur metabolisme tubuh.
Sementara itu vitamin C berfungsi untuk meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh balita serta mencegah sariawan.Sumber makanan yang banyak mengandung vitamin B antara lain beras merah, pisang, kacang-kacangan, ikan, daging dan telur.Sementara untuk memenuhi gizi balita dengan vitamin C dapat diperoleh dari tomat, kentang, stroberi, dll.Balita sangat membutuhkan zat besi terutama untuk membantu perkembanga otaknya. Jika kebutuhan gizi balita akan zat besi tidak terpenuhi, kemungkinan ia akan mengalami kelambanan dalam ungsi kerja otak. Sumber makanam yang yang mengandung zat besi antara lain daging, ikan, brokoli, telur, bayam, kedelai serta alpukat.
Dari berbagai macam kebutuhan seorang balita tersebut kadang tidak dapat dipenuhi oleh orang tua balita yang disebabkan oleh beberapa factor seperti : Ketersediaan pangan ditingkat keluarga, Pola Asuh Keluarga, Kesehatan Lingkungan, dll.



BAB IV
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Masa balita merupakanperiode usia manusia setelah bayi sebelum anak awal, yaitu usia dua sampai lima tahun. Pada masa ini seorang anak sedang lucu-lucunya dan terjadi perubahan siklus dalam hidupnya seperti ia sudah dapat membaca keadaan, banyak bertanya sesuatu yang tidak ia ketahui, belajar berhitung, bermain dan mulai mengenali teman-temannya alias bersosialisasi, mengetahui benda, mengeja, berbicara lancar.
 Pada massa inilah balita membutuhkan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Apabila gizi pada balita tidak dapat terpenuhi maka akan terjadinya ketidakseimbangan gizi pada balita, seperti kurang gizi maupun kelebihan gizi yang akan membuat pertumbuhannya tidak normal.
Sebagai seorang Bidan sangat ditekankan akan pelayanan yang maksimal. Tuntutan seorang bidan sangatlah berat dan berisiko tinggi terutama pada ibu dan anak. Maka dari itu seorang bidan wajib menjalankan tugas sesuai prosedur yang sudah ditentukan baik itu , penyuluhan dan lainnya sesuai profesi kebidanan.

B.     SARAN
Dengan adanya makalah ini diharapkan bisa memberi manfaat kepada orang tua agar bisa memberi makanan yang bergizi kepada anak balitanya. Untuk mencegah berbagai dampak yang akan timbul dari ketidak seimbangan gizi seperti gizi buruk dan penyakit lainnya. dan di harapkan sebagai bidan dapat bekerja keras dan bekerja cerdas untuk dapat memenuhi dan memberikan asuhan gizi pada balita agar tidak didapat kurangnya gizi pada balita.

C.     PENUTUP
Saya telah berusaha mencari referensi untuk memenuhi tugas individu materi konsep kebidanan ini, untuk lebih sempurnanya makalah ini saya sangat mengharapkan masukan maupun koreksi sehingga pengetahuan ini dapat dimanfaatkan oleh banyak pihak untuk meningkatkan mutu dan derajat kesehatan.


DAFTAR PUSTAKA
·        Paath (2004). Gizi pada Balita. Diakses 05 Maret 2011. http://Paath-information.com
·         http//ifamidwife.wordpress.com/2007/11/09/model-dalam-asuhan-kebidanan
  • Supriasa, I Dewa Nyoman. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta : EGC
  • Ikatan Bidan Indonesia, 2006, 50 Tahun IBI Menyongsong Masa depan, PP IBI, Jakarta
·         Siti Asfuah, Skep.,Ns, 2009, Buku Ajar Gizi Untuk Kebidanan, NUHA MEDIKA, Yogyakarta

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright (c) 2010 Midwife Putry salju. Design by WPThemes Expert

Themes By Buy My Themes and Direct Line Insurance.